Ruslan Targetkan Perbaikan Delapan Ribu Unit RTLH Per Tahun

Pemerintah kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman (Dinas PUTRPP), terus berupaya menuntaskan perbaikan rumah tidak layak huni. Tak kurang, ribuan rumah warga, tiap tahunnya diperbaiki pemkab. Namun karena jumlah RTLH yang lebih banyak ketimbang jumlah bantuan yang diberikan, penanganan RTLH seolah tak kunjung selesai.

Kepala Bidang Perumahan H Ruslan Munawar saat ditemui ruang kerjanya, Rabu (11/03) mengungkapkan dari kurun waktu tahun 2011 hingga 2019, sedikitnya sudah ada 13.383 unit rumah tidak layak huni milik warga yang diperbaiki pemerintah.

Namun karena jumlah bantuan yang turun tiap tahunnya tak sesuai dengan usulan yang diajukan, penanganan RTLH seolah tak kunjung tuntas. Padahal tiap tahun, program ini terus bergulir, penerimanya pun berbeda.

Seperti apa upaya Pemkab dalam menuntaskan penanganan RTLH, berikut ulasan lengkap perbincangan khusus /Tasikplus/ dengan salah satu pejabat eselon III di lingkungan Dinas PUTRPP Kab. Tasikmalaya.


Bicara soal penanganan RTLH, tentu tak lepas dari peran penting pemerintah, sejauh ini upaya  tersebut seperti apa?

Terkait dengan penanganan RTLH, tiap tahun bantuan ini selalu, pertama, bersumber dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saat ini masih belum dimulai, masih menunggu surat keputusan (SK) dari kementrian untuk pelaksanaannya. Info sementara jumlah bantuan BSPS untuk Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 2.995 unit. Selain itu, ada juga bantuan dari pemerintah provinsi, ini pun sama, kami masih menunggu SK nya. Untuk sementara dapat kita sampaikan, jumlah bantuan RTLH dari provinsi sebanyak 1.020 unit. Sementara, bantuan RTLH bersumber dari APBD Kab. Tasik, ada dua pos pengelolaan, ada yang dikelola oleh Dinas Sosial, dan oleh kita (Dinas PUTRPP). Untuk yang dikelola PUTRPP, sebanyak 272, ditambah 18 unit pembangunan rumah baru milik warga terdampak bencana, dan yang bersumber dari DAK sebanyak 112 unit, total keseluruhan bantuan RTLH Kab. Tasik tahun 2020 sebanyak 4.471 unit.

Tiap tahun ditarget berapa unit penanganan RTLH ini?

Saat ini jumlah rumah tidak layak huni di Kab. Tasik masih cukup banyak, kami mentargetkan perbaikan RTLH dalam satu tahun anggaran sebanyak 8 ribu unit, mengingat masih banyak rumah tidak layak huni yang harus diperbaiki. Mungkin karena keterbatasan anggaran juga, bantuan RTLH yang kita terima tidak sesuai dengan yang diusulkan. Terkait besaran bantuan, baik dari BSPS dan provinsi jumlahnya sama per unit sebesar Rp 17,5 Juta, untuk bantuan yang dikelola oleh kami, masih perlu disesuaikan dulu dengan data usulan perbaikan RTLH. Dalam pelaksanaan program ini, kami berharap, karena bantuan dari pemerintah ini sifatnya hanya stimulan, membantu meringankan beban warga, masyarakat juga diminta dapat turut serta memberikan bantuan, ada swadaya juga dari warga.

Berdasarkan data yang dimiliki dinas, berapa jumlah RTLH di Kab. Tasik yang masih belum mendapat sentuhan pemerintah?

Data terakhir yang kita terima, sedikitnya masih ada sekitar 53.471 unit, tersebar di 39 kecamatan, jumlah itu setelah dikurangi hasil perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah, kurun waktu dari 2011 sampai 2019 sebanyak 13.383 unit. Belum dikurangi bantuan RTLH tahun ini, kurang lebih sebanyak 4.417 unit.

Kerap muncul di media sosial, terkait potret bangunan rumah warga yang tak layak huni, bagaimana dinas menyikapi hal itu?

Kami sudah berupaya maksimal, terlebih dalam hal penyaluran bantuan RTLH, kami dibantu oleh tim fasilitator, salah satu tugasnya adalah memverifikasi kondisi di lapangan, termasuk memverifikasi rumah yang akan mendapat bantuan, kalau memang layak untuk dibantu, dan swadaya dari masyarakatnya ada, akan ditindaklanjuti dengan diberikan bantuan. Inikan sifatnya hanya bantuan stimulan, masyarakat diharap bisa melanjutkan pembangunan rumahnya melalui sawadaya dari masyarakat. Untuk memastikan program ini berjalan optimal, kami akan minta fasilitator lebih meningkatkan pengawasan, kita upayakan agar lebih maksimal dalam mengamati atau memantau wilayahnya. Kita akan berupaya tahun ini, permasalahan yang ada, dan berbagai pengalaman yang sudah-sudah agar dapat diminimalisir, mudah-mudahan jangan sampai ada lagi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan program bantuan ini.

Berdasarkan rencana awal, penanganan RTLH ini ditarget tuntas hingga tahun berapa?

Tentu kita ingin penanganan RTLH ini bisa selesai secepat mungkin, kalau target per tahun 8 ribu unit terealisasi, mungkin dalam waktu empat sampai lima tahun anggaran sudah bisa selesai. Tapi kembali disoal kemampuan anggaran, tiap tahun jumlah bantuan yang diberikan berbeda-beda, tahun lalu kita dapat bantuan sebanyak 2.600 unit, Alhamdulillah tahun ini meningkat. Harapannya, mudah-mudahan pelaksanaan program ditahun ini, tidak sampai timbul masalah, bisa lebih baik dan tepat sasaran. Pid