Pohon Tarum (Indigofera Tinctora) tak Bisa Dipisahkan dengan Kota Banjar






 Keberadaan Sungai Citanduy bagi Kota Banjar Jawa Barat tak hanya sebatas potensi sumber daya alam. Lebih dari itu, Citanduy menyimpan nilai sejarah perjalanan panjang kehidupan masyarakat Banjar.

Bahkan arti nama Banjar sendiri memiliki keterkaitan dengan Citanduy. Merujuk kamus Bahasa Kawi-Indonesia, Banjar memiliki arti lingkungan, baris, berderet, berbaris. Makna ini memiliki kesamaan dengan kata berbanjar atau berbaris rapi ke belakang.

"Jadi bisa diasumsikan, bahwa nama Banjar itu muncul karena wilayah ini terdiri dari pemukiman yang berderet atau berbanjar di tepian Sungai Citanduy," kata Syarif Hidayat, pegiat sejarah budaya, beberapa waktu lalu.


Tak hanya itu, menurut Syarif, nama Patroman juga memiliki keterkaitan dengan Citanduy. Menurut kajian etimologi, kata Patroman berasal dari kata Pataruman, yang berarti tempat pengolahan daun Tarum yang dimanfaatkan masyarakat untuk proses pewarnaan kain.

Daun Tarum ini banyak tumbuh di tepian Citanduy. Itulah sebabnya Citanduy tak bisa dilepaskan Kota Banjar.

Untuk melestarikan warisan sejarah ini Pemkot Banjar sempat melakukan upaya penanaman pohon Tarum (Indigofera Tinctora) di taman pinggiran Citanduy serta di kawasan ruang terbuka hijau.* sit