Bergerak Cepat Setelah Jatuh Korban Akibat Terjangkit COVID-19




Cepat dan akurat, itulah langkah prefentif Pemkot Tasikmalaya menghadapi penyebaran COVID -19 atau virus Corona. Gerak cepat pembentukan tim khusus di setiap rumah sakit penanganan pasien terjangkit virus Corona itu dilakukan sesegera mungkin.

Pembentukan ruang isolasi khusus virus Corona di 20 Rumah Sakit, baik milik pemerintah atau pun swsta tersebut,  menyusul telah  ditemukannya salah seorang warga suspect virus Corona usai pulang dari China Taipei sebulan lalu.

Sebelumnya, seorang warga diketahui telah diperiksa oleh tim medis di ruang Isolasi khusus RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, yang diduga supect virus Corona pada Selasa  (28/1/2020)  lalu.

Warga asal Kota Tasikmalaya itu mengalami gejala panas tinggi sampai menggigil seusai pulang dari perjalanannya di China Taipei selama beberapa hari.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan observasi terhadap satu orang warga asal Kota Tasikmalaya suspect virus Corona itu. Dan selama satu hari, ia ditempatkan di ruang isolasi tapi hasilnya negatif," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Sapangat saat dimintai keterangan di Bandara Wiriadinata seperti yang dikutip regional.kompas.com.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Encu Darsiwa mengatakan telah mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit baik negeri maupun swasta untuk segera membentuk tim khusus virus Corona.

Encu menambahkan, rakor bersama  menyepakati wajib disediakan alat pendukung ruang isolasi dan obat-obatan khusus untuk antisipasi mewabahnya virus Corona di Kota Tasikmalaya.

Meski kondisinya tak mudah, lanjut Encu, seluruh direktur rumah sakit di Kota Tasikmalaya menyanggupinya karena permasalahan ini  dinilai sangat serius.

 "Pemimpin tim khusus penanganan virus Corona di tiap rumah sakit adalah dokter spesialis penyakit dalam. Kita siapkan 20 rumah sakit memiliki ruang isolasi bagi pasien Corona," tambah Encu  kepada awak media di Kantornya, Rabu (4/3/2020).* sit