Musibah Kebakaran banyak terjadi di Tasela, penempatan unit Damkar kembali disuarakan warga

Kebakaran yang terjadi di wilayah tasik selatan 

Musibah kebakaran terus terjadi di wilayah Tasik selatan, dari Catatan di bulan Agustus ini saja telah terjadi beberapa kasus kebakaran yang terjadi, walaupun tak memakan korban jiwa, namun kerugian yang dialami para korban capai ratusan juta rupiah.

Sejak kebakaran Rumah milik salah satu warga desa Cipicung kec. Culamega diawal bulan ini, selang dua pekan berikutnya si jago merah membakar hangus tujuh rumah/jongko berdagang di area wisata ziarah desa Pamijahan kec. Bantarkalong , yang terbaru selasa dinihari ( 21/8/2018) kebakaran menimpa Pabrik pengolahan kayu milik Sumarna di Kp. Mekarsari Rt 0014/006 desa Wakap kec. Bantarkalong, akibat musibah tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian capai 200 juta karena puluham kubik kayu hasil olahan yang disimpang dilokasi pabrik ludes terbakar.


Mendapati sejumlah kejadian kebakaran ini, sekalangan warga Tasik selatan kembali menyuarakan pembentukan Unit Damkar di wilayah ini. Dari sejumlah analisa mereka, ada sejumlah indikasi yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran seperti faktor kecerobohan pemilik, faktor Cuaca kemarau panjang yang saat ini masih berlangsung pun menjadi pemicu kebakaran yang tak mudah dipadamkan karena kencangnya hembusan angin.
Faktor lainya adalah jauhnya jarak kantor pemadam kebakaran kab. Tasikmalaya sehingga keterlambatan mobil damkar ke lokasi kebakaran tersebut sering terjadi.
" jarak puluhan kilometer yang harus di
lalui Damkar menjadi pemicu terlambatnya bantuan memadamkan api, sehingga penangangan terlambat karena api terlanjur menghanguskan seluruh bangunan,".
Ujar Nanang, seorang warga kec. Bantarkalong.
Hal senada juga disampaikan Ujang, warga kec. Karangnunggal ini menyebut pembentukan unit kerja Damkar di wilayah Tasik selatan sudah sangat mendesak, namun dirinya juga tak menampik bahwa beberapa waktu lalu pernah ada penempatan seunit mobil damkar yang di tempatkan di lingkungan kec. Karangnunggal namun tak bertahan lama karena terkendala sejumlah persoalan.
Kini menurut Ujang, pemkab. Tasikmalaya diharapkan kembali mengambil langkah penempatan mobil damkar sekaligus membentuk satuan kerja dan penyediaan sarana dan fasilitas penunjangnya.

" Efektifitas waktu saatbpenanganan kebakaran menjadi prioritas utamanya, mengingat luas dan kian padatnya pemukimam warga di Tasik selatan saat ini apalagi musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, ". Tegasnya.

Oleh: MZ. Saeful