Wali Kota: Entaskan Kemiskinan Bukan Berarti Bagi-bagi Sembako

Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, mengaku hingga kini presentase angka kimiskinan di Kota Tasik masih tinggi.


Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, mengaku hingga kini presentase angka kimiskinan di Kota Tasik masih tinggi.

Kendati begitu, sejumlah program unggulan sudah dilakukan sebagai upaya penurunanya. Salah satunya melalui peningkatan infrastruktur.

"Jadi mengentaskan kemiskinan itu bukan berarti dengan bagi-bagi sembako," kata Budi diwawancarai usai jadi inspektur upacara di peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017, di Bale Kota, Selasa (17/10) pagi.

Peningkatan infrastruktur, hemat Budi, merupakan salah satu cara jitu mengentaskan kemiskinan. "Dengan infrastruktur yang baik, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Ketika aksesnya sudh mudah, tentu itu berbanding lurus dengan geliat ekonominya," pikir Budi.

Ditanya berapa presentase kemiskinan saat ini, Budi mengaku harus melihat dulu rilis terakhir. Meski demikian, ia  menargetkan lima tahun ke depan presentasenya harus di angka 10%. Angka tersebut menurutnya sesuai dengan tren Jawa Barat.

Informasi yang didapat Tasikplus, hingga kini Kota Tasikmalaya masih bertengger di urutan pertama se-Jawa Barat sebagai otda termiskin dari rasio jumlah penduduknya. Rilis terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasik, presentasenya di angka 16,28% atau sebanyak 106.780 dari jumlah penduduk sebanyak 699.897 jiwa.

Oleh: Piter