Kegiatan permata SMP Islam Nagrak.

Bertempat di bumi perkemahan Cibeureum Desa Simpang, Bantarkalong, ratusan siswa SMP dan SMA Islam Nagrak Bojongasih mengikuti perkemahan masa tamu (Permata), Jum'at (16/12) pekan kemarin.

Selain pemberian materi tentang kepramukaan, kegiatan Permata itu, juga dijadikan sarana penguatan mental keagamaan hingga kemandirian serta kerja sama bagi seluruh siswa pesertanya.

Dalam perkemahan  Permata itu, 120 peserta tersebut wajib mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, yang di laksanakan di lokasi perkemahan. Mereka juga diwajibkan menjalani dan mengikuti pendalaman ilmu agama secara  langsung di alam. Pendalaman itu merupakan dasar pendidikan di pondok pesantren Nagrak, yang berlokasi di Kp. Nagrak, Desa Girijaya, Bojongasih, Tasik selatan. "Pemahaman  kepramukaan sengaja kita kolaborasikan dengan peningkatan ilmu keagamaan, dengan belajar langsung di alam melalui ajang Permata ini," ujar Apip SAg, guru Pembimbing kepramukaan.

Menurut kepala SMP Islam Nagrak, H Suherman MPd, saat mendampingi para siswanya menyampaikan, agar para siswa mampu memperdalam filosofi keagamaan, yang ada dalam ilmu kepramukaan. Seperti penguatan silahturahmi, kerja sama dalam kebajikan, hingga menjaga kelestarian alam. Kemudian berlaku  hidup sederhana dan kemandirian para siswa dalam kehidupan di sekolah maupun pondok pesantren. "Mendidik siswa secara langsung di alam merupakan salah satu metode pengajaran yang kita tetapkan," pungkasnya

Oleh: M. Syaeful

Politisi PPP asal Tasik selatan dari  Komisi III DPRD Kab. Tasikmalaya, Hidayat Muslim SE, beberapa hari lalu mengisi kegiatan reses di Kec. Culamega dan Bantarkalong. Dalam kegiatan tersebut ia ungkapkan soal rencana pemkab beli mobil untuk desa-desa.

Terus urus dan beli mobil, kebijakan pemkab sepanjang kepemimpinan Bupati H U Ruzhanul Ulum, akrab di kuping masyarakat. Saat akan pilkada memobili camat, belakangan puluhan mobil tunggangan seluruh anggota Dewan. Kabarnya di tahun 2017, akan beli ratusan unit mobil lagi untuk diberikan pada para kepala desa.

Tentu argumennya untuk operasional pemerintahan desa. Sebanyak 351 desa di Kab. Tasikamalaya. Kesemuanya akan menerima bantuan mobil. Kepastian soal bantuan kendaraan ini seusai disahkannya alokasi anggaran Rp 42 miliar peruntukannya, pada APBD 2017, oleh DPRD Kab.Tasikmalaya pekan lalu.

Informasi bantuan mobil bagi 351 desa di momen mendekat jelang Pilgub 2018 ini, mengemuka dari kegiatan reses anggota DPRD. Hidayat Muslim SE, anggota DPRD Kab. Tasikamalaya asal dapil 6, beberapa hari lalu, mengisi kegiatan reses masa persidangan III di tiga lokasi berbeda, yaitu di Kec. Culamega dan Bantarkalong pekan kemarin.

Dalam kesempatan itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal Tasik selatan ini mengatakan, bantuan mobil operasional bersifat final. Anggarannya berasal dari APBD 2017 senilai Rp 42 miliar atau senilai 120 juta/desa. “Rencana pengadaan mobil pertengahan tahun depan,” ujar anggota Dewan asal Komisi III itu.

Menurut Hidayat, bantuan mobil operasional diharapkan mampu mendukung mobilitas pemerintahan desa, sekaligus  mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Tapi finalnya lagi, tandas dia, di soal beri mobil ini realisasinya menunggu dulu persetujuan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

“Sekarang, tinggal bupati dan wakilnya dapat menyakinkan gubernur Jabar, untuk  menyetujui rencana beli mobil-mobil ini. Mudah-mudah semua berjalan sesuai rencana,” imbuhnya

Oleh: M. Syaeful

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.