Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan saat memberikan sambutan pada kegiatan paripurna Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di ruang rapat paripurna DPRD. Sabtu (17/10/2026).
Tasikplus.com – Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memetakan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026), di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, usia seperempat abad harus menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, legislatif, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.
Mengusung tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh”, peringatan hari jadi tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga kesempatan untuk melihat kembali hasil pembangunan dan menentukan langkah ke depan.
“Peringatan hari jadi ini bukan sekadar merayakan bertambahnya usia kota, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi, mengevaluasi capaian, dan memperkuat kolaborasi demi masa depan Kota Tasikmalaya,” ungkap Viman.
Dalam paparannya, Viman mengurai sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif. Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya pada 2026 tercatat sebesar 9,34 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10,84 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,39 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 76,59 poin.
Meski demikian, capaian tersebut belum berarti seluruh persoalan pembangunan telah tuntas. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian serius adalah persoalan pendidikan, menyusul masih adanya 4.843 anak tidak sekolah berdasarkan data per 12 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. Pemerintah juga dituntut memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik yang layak.
Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, pihaknya terus mendorong pelaksanaan tujuh program prioritas, yakni Tasik Gemas, Tasik Pintar, Tasik Resik, Tasik Pelak, Tasik Melayani, Tasik Nyaman, dan Tasik Religius.
"Ketujuh program itu diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, serta berkelanjutan," ujarnya.
Selain mengevaluasi capaian pembangunan, Viman juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis daerah yang memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sektor kesehatan, Pemkot Tasikmalaya mengharapkan dukungan untuk menjamin kepesertaan layanan kesehatan bagi 44.081 jiwa dari kelompok pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan pemerintah daerah.
Adapun di bidang infrastruktur, kebutuhan yang disampaikan meliputi peningkatan 16 ruas jalan lingkungan, serta penanganan jalan, jembatan, pasar, dan sarana olahraga.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Viman mengajak seluruh elemen untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam membangun daerah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Dengan kebersamaan, semangat gotong royong, dan kolaborasi yang kuat, kita berharap Kota Tasikmalaya semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pesannya.

0Komentar