Tasikplus.com-Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kota Tasikmalaya, tengah terus jalankan proyeksi program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026. Kuota layanan PTSL di wilayah "Kota Lengkap" Kota Tasikmalaya tahun ini 3.000 bidang tanah warga.
Dalam penelusuran hingga awal September ini, Tasikplus.com mencatat progresnya di kisaran 40% lolos QC (quality control) persyaratan, itu dari 80% permohonan pendaftaran masuk yang sudah terentri. Dari angka pemohon yang lolos QC (pemeriksaan lengkap berkas) itu, sekitar 90%-nya sudah dilakukan pengukuran oleh petugas.
Seperti lazimnya dialami daerah atau kota yang sudah masuk kategori Kota Lengkap, kegiatan petugas penanganan pendaftaran tanah BPN di Kota Tasikmalaya, dihadapkan sarat tantangan di luar alur normal yang itu cukup membuat pengerjaan bisa berwaktu panjang. Banyak bidang tanah terdampak.
“Kegiatan program (PTSL) sedang terus kita jalankan. Alhamdulillah tahap demi tahap prosesnya progresif. Namun, yang ingin disampaikan juga, kita dapati proses pendaftaran pertanahan ini dinamikanya yang cukup membuat kunjungan lapangan petugas berulang, panjang”, jawab Ketua Panitia Ajudikasi/PTSL 2026 Kantah ATR/BPN Kota Tasikmalaya, Empat Fatimah Fatmayanti S.Sos, saat ditanya.
Tantangan pelayanan PTSL itu sempat dilukiskan Empat, garap 3.000 bidang bak 30.000 bidang. Hal tersebut seiring sudah tingginya bidang tanah di Kota Tasikmalaya yang sudah tersertifikasi. Memunculkan sisa lahan terdampak, berbentuk bidang gambar tak singkron di antaranya. Hingga ada seloroh ia, kerap seperti mencari jarum dalam jerami.
Digambarkan Empat, tak sedikit pemohon PTSL dengan bidang tanah didaftarkan sudah dikelilingi bidang tanah telah bersertifikat. Guna akurasi gambar ketika proses pengukurannya misal, petugas wajib mendapati kehadiran para pemilik bidang tanah berbatasan. Ini bisa tak sekali kunjungan terpenuhi.
Lainnya tantangan, banyak bidang yang didaftarkan belum berbatas jelas atau belum berpatok batas, berbeda bentuk garis di tepiannya dengan peta digital. Rangkaian tantangan, seusai pengukuran pas dientrikan ke sistem peta digital pertanahan, tak langsung mulus ke proses lanjut setelah didapati ada bentang batas tak sesuai di data pemetaan.
“Penyempurnaan penuntasan gambar dan mengentrinya ini, untuk bisa lolos QC bisa tak sekali-dua kali pungkas. Itu bisa membuat petugas bolak-balik tiga sampai empat kali kunjungan lapangan, melakukan pengukuran di satu bidang”, beber Empat didampingi Herman, kasi Pengukuran, Kamis (3/9/26).
Cukup disadarinya, risiko pekerjaan panjang seperti itu, memang efek lazim dari wilayah-wilayah yang sudah berbidang tanah padat terdaftar atau bersertifikat. Daerah dalam grade Kota Lengkap, memunculkan lahan tanah di selanya sebagai bidang terdampak. Istilah Kota Lengkap merupakan klasifikasi bagi daerah atau wilayah yang 10-20% bidang tanahnya lagi belum terdaftar.
Pernyataan lain kasubag TU BPN Kota Tasikmalaya itu bersama Herman, buah komitmen juang pihaknya melancarkan garap intens kuota PTSL, di capaian lain tersuguh fakta, saat ini pun sudah ada 335 sertifikat bidang tanah PTSL yang selesai, itu bisa siap bagikan.
“Kita jalankan program penuh kerja keras dan kehati-hatian, guna menghindari risiko ada kesalahan dalam dokumen. Kita ingin mengatakan juga cukup optimistis alokasi PTSL di wilayah Kota Tasikmalaya pada ujungnya di akhir tahun, pungkas semua. Halnya saat ini kita pun sudah bisa terbitkan 335 sertifikat program PTSL 2026 yang sudah selesai”, imbuh Empat kepada Tasikplus.com. gus

0Komentar