Tasikplus.com-Kegiatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, akhirnya menetapkan 1.168 orang mahasiswa baru Unper di tahun akademik 2026/2027. Meningkat dibanding tahun lalu dengan jumlah 1.005 orang.
Seluruh mahasiswa baru pada Selasa (15/9/26), mengikuti kegiatan awal kampus, berupa prosesi pelantikan dilanjutkan pembukaan program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026. Dikonsentrasikan di lapangan timur kampus.
Menghadiri kegiatan pelantikan dalam iringan Sidang Senat Unper itu, organ pembina dan pengurus yayasan penaung, Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), jajaran unsur pimpinan Unper, mitra kerja kampus, para pimpinan perguruan tinggi di Tasikmalaya, elemen pengurus ormawa, dll.
“Selamat datang, selamat bergabung di kampus perjuangan, selamat atas dilantiknya saudara-saudara sebagai mahasiswa baru Universitas Perjuangan Tasikmalaya, tahun akademik 2026/2027”, demikian antara lain Rektor Unper Dr D Yadi Heryadi, saat memulai pidato pelantikan.
Dimulai hari pelantikan, lanjut rektor, ini harus jadi momentum hari bahagia sekaligus awal sebuah perjalanan panjang studi, tempat dimulainya untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
“Dan, kesempatan ini harus diikuti penuh kesungguhan, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Memasuki perguruan tinggi bukan hanya berpindah dari sekolah. Melainkan memasuki tahap baru kehidupan yang menuntut kedewasaan berpikir, kemandirian dan keberanian untuk menentukan masa depan”, support rektor.
Khusus berkenaan kegiatan PKKMB, ungkap rektor, itu bukan sekadar seremonial atau sebatas pengenalan gedung, lingkungan kampus. Tapi awal untuk memahami budaya akademik, sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai jati diri.
Di dalamnya ada pesan perjuangan yang tidak hanya berpikir meraih nilai akademik tinggi, tapi juga tertanam, karakter kejuangan, pantang menyerah, jujur bertanggung jawab, menghargai keberagaman serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Pesan lanjut rektor berstudi di Unper, “Jadilah mahasiswa kritis, berani menyampaikan pendapat tetapi bertanggung jawab, terbuka terhadap perubahan tapi tidak kehilangan nilai budaya bangsa”. Lantas pada bagian lain pidatonya, rektor menyampaikan tentang komitmen unggul kampusnya menempa peserta akademik, serta laporan berbagai prestasi yang terus diraih keluarga besar kampus Unper.
Di kesempatan sama, sambutan anggota Pembina YUS, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim, juga memberi spirit bahwa menjadi peserta didik di perguruan tinggi, menjadi mahasiswa adalah sebuah transformasi, sebuah peralihan dari penuntut ilmu yang bersifat pasif menjadi pencari kebenaran ilmiah yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Kaya jejak sejarah
Kampus Unper menyandang nama yang sangat agung, Perjuangan. Kata perjuangan bukan sekadar kiasan, nama lengkap nomenklatur. Namun ini membawa beban moral, sejarah, dan cita-cita para pendiri.
Tasikmalaya adalah tanah yang kaya akan jejak sejarah patriotisme. Dari tanah ini lahir tokoh-tokoh pejuang, ulama, dan pahlawan bangsa yang tidak pernah tunduk pada ketidakadilan, jiwa kejuangan yang kemudian tercermin dalam Universitas Perjuangan.
“Oleh karena itu, ketika saudara memilih kuliah di Universitas Perjuangan, secara sadar telah terhimpun dalam sebuah janji tersirat, untuk menjadi pejuang di bidang keilmuan dan kebangsaan”, katanya.
Ia sitir juga akan makna jadi insan akademik unggul-modern saat ini yang tidak hanya diukur dari tingginya angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang itu baik dan patut diperjuangkan, tetapi ia punya integritas ilmiah dan kapasitas intelektual jauh lebih luas dari sekedar angka. gus

0Komentar