Kapolsek Bojonggambir Ipda Yayat Very Hidayat tengah membantu mengisi air kedalam jeriken milik warga. Senin (28/9/2026).
Pemandangan itu terlihat saat Forkopimcam Bojonggambir bersama BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan air bersih ke Kampung Cireret, Senin (28/9/2026).
Sejak siang, warga mulai berdatangan ke lokasi penyaluran. Mereka membawa berbagai wadah yang bisa digunakan untuk menampung air.
Bukan tanpa alasan. Sejumlah sumber air dan sumur warga dilaporkan mulai mengering setelah kemarau berlangsung selama beberapa pekan.
Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan dua unit tangki. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya darurat untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai kesulitan memperoleh air.
Kapolsek Bojonggambir Ipda Yayat Very Hidayat mengatakan, distribusi air dilakukan setelah kondisi warga di wilayah tersebut mendapat perhatian dari unsur pemerintahan dan aparat setempat.
"Kondisi warga memang membutuhkan bantuan air bersih. Karena itu kami berkoordinasi dengan BPBD untuk mendatangkan pasokan air ke Kampung Cireret," ujar Yayat.
Menurutnya, penyaluran air tidak hanya berhenti pada satu titik. Pihaknya akan terus berkoordinasi apabila ditemukan wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.
"Kami akan melihat perkembangan di lapangan. Kalau masih ada wilayah yang membutuhkan, tentu akan kami komunikasikan dengan BPBD dan pemerintah daerah," katanya.
Krisis air tersebut membuat kebutuhan yang biasanya mudah diperoleh warga kini menjadi persoalan tersendiri.
Iwan (42), warga Desa Wandasari, mengatakan sumur dan sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga.
"Sudah beberapa minggu air semakin sulit. Sumur banyak yang kering, sehingga kami harus mencari ke tempat lain," kata Iwan.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat warga harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih besar hanya untuk mendapatkan air bersih.
"Kalau tidak ada bantuan seperti ini, kami harus mencari air lebih jauh atau membeli. Bagi kami tentu cukup berat," ujarnya.
Iwan mengaku lega ketika bantuan air akhirnya tiba. Warga berharap distribusi serupa dapat dilakukan kembali apabila kemarau belum berakhir.
"Kami sangat terbantu. Air ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan ada bantuan lagi kalau kondisi masih kering seperti sekarang," katanya.
Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan jajaran kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Polri akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih," kata Ade.
Ia menambahkan, pemetaan wilayah yang mengalami kekurangan air penting dilakukan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.
"Kami akan terus memantau dan berkoordinasi supaya kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat dipenuhi selama musim kemarau," ujarnya.
Di sisi lain, warga diimbau menghemat penggunaan air yang masih tersedia. Masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih juga diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti.

0Komentar