Tasikplus.com-Menandai puncak usainya studi. Ratusan lulusan kampus Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) tahun 2026, Rabu (29/4/26), mengikuti prosesi pelantikan, pada Wisuda Umtas XV. Bertempat di Ball Room Grand Metro Hotel. 

Melalui Sidang Terbuka Senat Umtas, dalam wisuda hadir antara lain anggota DPRI Komisi X Ferdiansyah, unsur pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jabar, LLDIKTI Wilayah IV, wakil wali kota Tasikmalaya, jajaran pimpinan BPH Umtas, serta tentunya para orangtua wisudawan, dll. 

Rektor Umtas, Neni Nuraeni M.Kep NS.Sp.Kep.Mat, menyampaikan, jumlah lulusan pada wisuda kali ini 244 orang. Terbanyak asal S1 Keperawatan (103 orang). Kemudian di posisi kedua prodi BK (Bimbingan Konseling). Selebihnya dari FKIP, PTI, Sendratasik, Fakultas Pertambangan, serta jenjang D3 Keperawatan. 

Rektor Umtas dalam pidatonya mengajak para lulusan untuk mensyukuri apa yang telah diraih dengan kelulusan. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti itu. Ia juga mengapresiasi semangat para wisudawan yang menunjukan kesungguhan, kerja keras untuk menyelesaikan studi. 

Dalam wisuda juga menjadi perhatian ditandai aplaus spontan yang hadir, adanya mahasiswa asal Bali yang akhirnya usai berstudi di Umtas. Lalu, sosok Sumarni, seorang wisudawan dari FKIP yang sudah berumur di atas 50 tahun. 

"Saya pikir kisah Bu Sumarni adalah pencapaian luar biasa dan membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Semangat pantang menyerah adalah kunci kesuksesan dan jadi inspirasi untuk semua," katanya.

Di hadapan yang hadir Neni juga mengaku bersyukur bahwa berdasarkan penelusuran tentang para alumni kampusnya yang kemudian mencatat, 46,6% lulusan bekerja pada perusahaan nasional dan 5,6% bekerja pada perusahaan multinasional. Lalu, di kisaran 69% waktu tunggu lulusan mendapat pekerjaan di bawah enam bulan.

Di bagian lain, saat memberi sambutan, Wakil Wali Kota, Diky Candra juga menyampaikan hal sama terhadap sosok Sumarni (54). Menilai Sumarni sangat menginspirasi. Berstudi di atas usia 50 tahun bukan perkara mudah. 

Diky mengaku cukup tertantang untuk mengikuti jejak yang dilakoni Sumarni. Selebihnya, Diky juga mengingatkan pentingnya bersyukur dan mendorong para lulusan segera bergerak, berkontribusi. Hingga jika mungkin dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, jeli melihat potensi peluang. 

Dorong pendirian rumah sakit
Sementara itu, Ferdiansyah menantang pengelola Umtas terus bergerak. Dorongan anggota parlemen ini sampai pada memiliki rumah sakit maksimal di tahun 2036.

Upaya itu dinilai penting untuk diperjuangkan agar keberadaan mahasiswa keperawatan hingga kedokteran yang terus diupayakan dibuka bisa punya tempat praktek yang refresentatif. gus