Rektor Umtas Kukuhkan Jajaran 33 Pejabat Struktural Baru Umtas

Secara bergiliran per satuan kerja, rektor Umtas (paling kiri) melantik jajaran pejabat struktural baru Umtas, Sabtu (28/10). Para pejabat yang dilantik pun membacakan ikrar kesanggupan kerja di momen yang sama. 
Tasikplus.com - Kampus Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), mengukuhkan sejumlah pejabat struktural baru periode 2023-2027. Pengambilan sumpah dan pelantikan mereka dilakukan Rektor Umtas, Neni Nuraeni M.Kep, NS, Sp.Kep.Mat, Sabtu (28/10).

Menghadiri acara pelantikan di Graha Umtas itu, perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) Umtas serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya, selain jajaran wakil rektor dan kalangan akademisi Umtas.

Dari laporan, ada 33 orang pejabat ini yang dilantik. Penempatan beriringan dengan posisi rektor dan wakil rektor Umtas yang juga baru beberapa bulan ini. Yang dilantik mulai posisi tiga dekan berikut para wakil dekan dan jajaran kepala hingga koordinator prodi.

Kemudian sekretaris rektor, empat kepala biro, kepala badan perencanaan dan penjaminan mutu, kepala lembaga pengembangan pendidikan, kepala lembaga penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat, kepala lembaga pengembangan kemahasiswaan dan alumni, kepala lembaga pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Pada pidato pelantikan, Rektor Neni Nuraeni mengingatkan jajarannya akan visi dan misi Umtas, untuk menjadi universitas unggul dan terkemuka dalam penerapan iptek di tahun 2035. Menerapkan tata kelola, tata pamong, memegang prinsif good university government.

“Prinsif-prinsif itu kita terapkan supaya kredibilitas kita tetap dipercaya masyarakat. Mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang menjadi fungsi perguruan tinggi, yakni Tri Darma Perguruan Tinggi, kemudian di Umtas ditambah Al-Islam dan Kemuhamadiyahan”, bebernya.

Menjalankan Tri Darma atau Catur Darma, menjadi satu kesatuan. Tidak bisa jalankan itu sendiri, kecuali harus jadi pemahaman sampai fakultas, prodi, baik bidang akademik maupun nonakademik.

“Yang tak kalah jadi perhatian sekarang juga bagaimana pelaksanaan penjaminan mutu sebagai tonggak utama dalam pengelolaan universitas. Intinya harus ada kesepahaman semua elemen, mulai dari atas sampai bawah”, sambungnya.

Rektor sempat menambahkan, kalau jajaran yang dilantiknya ini adalah orang-orang terpilih. “Banyak memang yang baik dan mampu. Tapi ini orang yang terpilih dari yang baik dan mampu atau punya kemampuan itu”, jawabnya saat ditanya. gus

0 Komentar