Aksi kawanan pencuri sepeda motor, terbongkar aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tasikmalaya. Puluhan unit sepeda motor terungkap jadi barang bukti mengiringi aksinya. Yang agak membuat geleng kepala yang mendengarnya, kelompok ini hanya terdiri tiga orang namun “beraksi” cukup matang.

Dalam pengakuan awal mereka hanya mengaku telah mengembat 19 unit motor. Penyidik Satreskrim Polresta Tasikmalaya yang melakukan pemeriksaan di perkembangan berikutnya mendapati aksi pelaku yang mengaku ternyata sebanyak 47 unit sepeda motor.

"Pengakuan baru mereka sebanyak 47 unit. Saat ini petugas berupaya melacaknya," kata Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan, di Mapolresta, Kamis (4/3). Menurut Doni, kawanan pencuri ini hanya tiga orang. Namun mereka beraksi secara efektif.

Dari keterangan yang sampai kepada pemeriksa di polresta, saat mereka jalankan ulahnya, satu tersangka bertugas sebagai pengintai situasi. Jika aman maka tersangka lain sebagai pemetik langsung beraksi. Motor langsung dijual oleh tersangka satu lagi yang jadi penadah.

Polisi berhasil melacak keberadaan komplotan ini, saat melakukan transaksi jual beli. "Penadah dan pengintainya sudah kami tangkap. Sedang pemetik yang sudah diketahui identitasnya masih diburu," kata Doni, di Mapolresta, Kamis (4/3).

Kedua tersangka yang sudah ditangkap, masing-masing AW (45) warga Cibatu, Garut, sebagai pengintai, dan EJ (28) warga Malangbong, Garut, sebagai penadah. "Satu tersangka lain yang bertugas sebagai pemetik masih buron. Tapi identitasnya sudah diketahui," ujar Doni.Kapolresta mengimbau warga yang merasa kehilangan sepeda motor dalam setahun terakhir ini agar mengecek ke Polresta. "Siapa tahu ada kendaraan Anda yang hilang. Jangan lupa membawa surat-surat kendaraannya," pungkas Doni. red

 


Bisa buat banyak ibu rumah tangga mengaduh. Dalam beberapa pekan ini, harga jual cabai di Tasikmalaya, melangit. Kadang mengalami dadakan fluktiatif. Namun dalam tren yang sudah jauh berganti dari harga semula.

Seperti memasuki awal Maret ini di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, harga jual bumbu pemedas jenis cabai merah domba itu hingga Rp 120 ribu per kg. Fluktuasinya sebelum sampai ke harga itu di kisaran Rp 90 ribu per kg.

Padahal saat normal hargnya di kisaran Rp 30 – 40 ribu per kg. Dari kabar berkembang, lonjakan harga cabai ini akibat ketersediaan stok yang terus menyusut akibat belum ada panen.

"Kemarin masih Rp 90 ribu per kg. Tapi hari ini naik drastis hingga Rp 120 ribu per kg. Katanya stok cabainya terus menyusut," sebut Hasan (42), salah seorang pedagang di Pasar Induk Cikurubuk, Kamis (4/3).

Pengakuan pedagang ini, dengan kenaikan harga yang meroket itu sudah tak rasional lagi, ia berharap pemerintah turun tangan. Kenaikan sepengamatannya, sejak tingkat bandar.

"Kami bukannya senang harga melonjak. Karena selain kenaikan harga naik di tingkat bandar juga membuat omset penjualan menurun tajam," ujar Endi (34), pedagang lainnya.

Ia menyebutkan, sewaktu harga sedang normal ia bisa menjual cabai merah domba sebanyak 1 kuintal. "Tapi dengan harga yang mencapai Rp 120 ribu bisa laku 20 kg juga sudah bagus," ucapnya.

Dengan harga cabai yang kerap melangit dadakan itu, tak sedikit ibu-ibu dibuat geleng kepala. Kerap terdengar omelan menyusul kekagetan mereka dengan menyebutkan, harga cabai rawit kini kerap dijual di warungan hingga Rp 500 per satu butirnya. red

 

Hobi bersepeda dalam aktivitas berolahraga saat ini tengah digandrungi masyarakat. Rombongan pesepeda tak lagi kaum pria melainkan kelompok ibu-ibu pun ramai. Terlebih saat memasuki hari-hari libur atau week end. Mengayuh sepeda, menggerakkan tubuh, mengeluarkan keringat, jadi pemandangan arab terlihat.

Seiring ramainya warga bersepeda, diiringi harga jual sepeda ini yang ternyata hingga puluhan juta, tak ayal jadi bidikan aksi pelaku kejahatan, pencuri, untuk mengembatnya, sehingga masyarakat patut berhati-hati. Pelaku ini biasanya memanfaatkan kelengahan di rumah-rumah yang ada sepedanya.

Halnya yang sempat jadi perhatian beritanya di Kota Tasikmalaya, seorang pemuda mengembat sepeda berharga anyar hingga Rp 65 juta dari satu kompleks perumahan. Namun ulahnya ketahuan, sampai jadi kejaran aparat kepolisian, dan ketangkap di satu hotel.

Tersangka pencuri sepeda jenis gunung (mountain bike/MTB) beraksi siang hari, di kompleks perumahan di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya pada Senin (1/3/21). Berinisial RA (25), yang ternyata berstatus mahasiswa, asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Aksi RA terekam CCTV kompleks perumahan. Pemiliknya yang mengetahui tak lama kehilangan, berusaha mencari. Ada saksi yang kebetulan sempat menyebutkan pelaku membawa sepeda menuju arah satu hotel. Polisi yang mendapat laporan mempelajari rekaman CCTV, kemudian melanjutkan pengejaran ke hotel yang tak begitu jauh dari kompleks perumahan.

"Awal kejadiannya setelah mendapat laporan masyarakat, sekira jam 10.00 WIB, anggota kita mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi di TKP, seterusnya menuju satu hotel dan ternyata sasaran pelaku masih di hotel itu, dengan barang bukti sepeda yang masih dalam penguasaan," terang Kapolsek Mangkubumi, Polresta Tasikmaya, Iptu Endang Wijaya.

Saat berisitirahat atau menginap sejenak pelaku ini masih dengan sepedanya, akhirnya petugas menggelandang pelaku berikut barang bukti. Dari keterangan didapat, ia mengambil sepeda saat diparkir di teras rumah. Pemilknya menyebutkan bahwa sepeda itu ia beli baru seharga Rp 65 juta.

Sekitar sepekan sebelumnya, aksi pelaku embat sepeda sport serupa terjadi di kompleks perumahan Kirana Renecy, di wilayah Kec.Tamansari, Kota Tasikmalaya. Dari rekaman CCTV, pelaku menaiki benteng cukup tinggi menggunakan tangga, terus membawa dua unit sepeda, seharga Rp 40 jutaan.

Pemilik sepeda melaporkan kejadian ke Polsek Tamansari. Dari rekaman CCTV yang sampai ke masyarakat sekitar, pelaku memasuki perumahan itu sekitar Pukul 02.00 dini, persis saat scurity perumahan masuk pos, dan ketiduran. red

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.