Disdik Kota Tasik Bertekad Pertahankan Nominasi Terbaik Pengelolaan BOS

 

H Budiaman Sanusi

Menjadi kebanggan tersendiri. Pengelolaan anggaran pendidikan BOS (biaya operasional sekolah) di lingkup persekolahan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, sejauh ini, masuk dalam penilaian baik. Predikat terbaik, sejak tingkat provinsi bahkan sampai tingkat nasional.

Tentunya capaian itu berkait dengan upaya-upaya yang diarahkan. Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bersama jajarannya bertekad pertahankan prestasi itu. Terus berkomitmen untuk berkinerja maksimal. Menghindari adanya kelalaian yang bisa jadi temuan pemeriksa. Raihan prestasi pengelolaan BOS ini terutama di jenjang sekolah dasar.

Menyoal tekad atau komitmen itu, seperti dikemukakan Kepala Disdik Kota Tasikmalaya, H Budiaman Sanusi. Ternyata tanpa banyak mengemuka, ia katakan, dalam beberapa tahun terakhir pengelolaan BOS sekolah-sekolah jenjang dasar di lingkup Disdik Kota Tasikmalaya, dalam penilaian/predikat terbaik.

“Sejauh ini, alhamdulillah kita terus masuk nominasi terbaik dalam pelaporan pengelolaan BOS. Di tingkat nasional, kita bertahan dalam nominasi lima besar, dan tentunya dalam penilaian terbaik di tingkat provinsi kita selalu di urut nomor satu,” buka Budiaman, dalam satu obrolan dengan Tasikplus, Rabu pekan lalu.

Perbincangan persisnya saat ia menghadiri satu acara dihadiri para kepala SD berikut petugas pengelola BOS di wilayah Kec.Tamansari, bertajuk “Rekonsiliasi pelaporan BOS triwulan IV dan akhir tahun 2020”, di SD Setiamulya II. Kegiatan rekonsiliasi, rupanya bagian dari ikhtiar mereka memertanggungjawabkan BOS dengan benar, cepat, tepat.

“Kita rutin mengadakan kegiatan rekonsiliasi pelaporan pertanggungjawaban BOS seperti ini. Langkah serupa ini di antaranya yang kemudian kita dapat penilaian baik. Isi rekonsiliasi untuk menghindari adanya kesalahan pelaporan. Misal satu pengeluaran masuk belanja modal atau barang,” bebernya. Komitmen dibangun bersama para pengelola sekolah.

Masih dengan rekonsilias itu bahasannya ke soal konten pelaporan guna menghindari kesalahan, keakuratan, kesamaan, ketepatan memenuhi waktu pelaporan. “Selebihnya di sini kita pun memotivasi, memeriksa, mana yang belum usai mana yang sudah. Pun jika ada persoalan yang dihadapi terdeteksi,” jelasnya. Rekonsiliasi melibatkan petugas pada unit manajemn BOS Disdik Kota Tasikmalaya.

Tak jarang satu kelalaian bisa jadi temuan dianggap masalah, manakala misal salah memasukan item pelaporan. Dengan upaya-upaya yang terus dijalankan, potensi itu tercegah. Adapun kucuran BOS ke jenjang SD di lingkup Disdik Kota Tasik, tambah Budiaman berkisar Rp 50 – 60 miliar, dengan jumlah penerima kurang lebih 65 orang murid, tersebar di 159 SD negeri dan 32 swasta. gus