Sungai Ciwulan Surganya Para Pecinta Arung Jeram?

Arung Jeram Ciwulan
Bagi para pecinta arung jeram, tentu sudah tak asing lagi dengan nama Sungai Ciwulan. Sungai yang membatasi Desa Cisempur dengan Kec. Salopa, Kab. Tasikmalaya. Saking akrabnya dengan para pecinta arung jeram, sampai-sampai muncul guyonan, jangan mengaku penyuka arung jeram kalau belum menjajal sungai yang yang mengalir ke Pantai Cipatujah dan Laut Selatan ini.

Sungai Ciwulan memiliki lebar sekitar 20-30 meter dengan kedalaman antara 12 meter (di musim kemarau) hingga 20 meter (pada saat musim hujan). Di sekeliling sungai terdapat beberapa titik persawahan dan tebing. Airnya yang berwarna keruh, bukan disebabkan oleh limbah sampah atau kotoran, melainkan karena tanah merah di sekitarnya.

Yudi K, pecinta olahraga arung jeram yang juga pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Pengcab Kab. Tasikmalaya, mengungkapkan, Sungai Ciwulan memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki sungai-sungai lainnya untuk beraung jeram. Kelebihan itu mulai dari sepanjang bantarannya sangat mudah dijangkau karena sangat dengan akses jalan, serta grade sungainya kelas 3 sehingga sangat layak untuk dijadikan destinasi pariwisata dan kegiatan olah raga.
“Sekalipun banyak jeram yang menantang, tapi Ciwulan ini aman untuk dilintasi. Maka tak heran jika banyak yang menyebut kalau Sungai Ciwulan adalah surganya arung jeram. Buktinya, banyak pecinta arung jeram dari luar daerah jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menjajal Sungai Ciwulan,” papar Yudi.
Ia menambahkan, karena daya tariknya, Sungai Ciwulan dipilih FB FAJI sebagai spot Kejurnas Arung Jeram R6, Desember mendatang.

---
Oleh: Piter