Sopan Santun


Anak-anak sering ditegur oleh Umi mereka karena belum mengerti adab dan kesopanan kepada orang lain. Memang anak kecil kan tidak tahu seperti apa norma-norma kesantunan yang berlaku di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, penting diajarkan sedini mungkin pada mereka. Siapa tahu besar nanti menjadi pemimpin perusahaan, atau bahkan kepala negara. Setinggi apapun jabatan itu tetap saja harus bersikap sopan kepada orang lain.

Misalnya Umi mengajarkan kalau mereka sedang lewat di depan orang yang lebih tua, mengucapkan permisi atau punten dalam bahasa Sunda. Jangan diam saja seperti tidak ada orang.

Sampai kita dewasa pun, tata krama seperti ini tetap berlaku. Menyapa orang lain menunjukkan kita menghormati keberadaan mereka.

Jika seorang pimpinan dalam perusahaan memiliki kesopanan, maka kita akan dapati ia selalu ramah kepada para karyawan. Jika ada kabar baik kenaikan gaji, sang pimpinan memberi kabar pada mereka.

Begitu pun saat perusahaan memiliki kabar kurang baik, sang pimpinan tetap menyampaikannya, bukan diam-diam saja seperti bersembunyi. Tandanya ia menghormati keberadaan mereka.
Seperti itulah dulu Rasulullah berpesan kepada para pemimpin sebagaimana hadist riwayat Abu Daud dan Tirmidzi di bawah ini,

"Siapa yang diserahkan oleh Allah kekuasaan untuk mengatur urusan kaum muslimin, tapi ia bersembunyi saat ada kepentingan mereka, maka Allah pun akan bersembunyi dari kepentingannya di hari kiamat."

Jadi mari kita biasakan anak-anak kita untuk bersikap sopan dan santun, serta menghormati orang lain. Kelak ketika mereka menjadi para pemimpin negeri ini, in sya Allah bisa menghargai keberadaan rakyatnya dalam berita senang maupun susah. Bukan diam saja seperti bersembunyi.