Himassul jadi sarana penguat kekeluargaan dan sejarah warga Sukamaju lama

Haris Sanjaya, Ssos, Ketua Himassul
 Himpunan masyarakat sukamaju lama (Himassul) di bentuk 12 tahun silam, pembentukanya di inisiasi sejumlah tokoh dan warga dengan tujuan menyatukan ikatan silahturahmi, kekerabatan san sejarah desa Sukamaju lama sebelum terbagi jadi 4 desa seiring kebijakan pemekaran. Empat desa yang merupakan pemekaran Sukamaju lama adalah desa Sukamaju dan Wakap di kec Bantarkalong serta desa Mertajaya dan Toblongan di Kec. Bojongasih. inisiasi pembentukan Himassul sendiri menjadi sarana mengenang sejarah bahwa pernah ada desa Sukamaju lama yang menjadi desa orang tua mereka beberapa puluh tahun silam.

Sejek di bentuk Himassul serangkaian acara rutin seperti pengajian rutin 3 bulanan dan halal bi halal tiap usai perayaan Idul Fitri di gelar dengan libatkan ribuan warga asal desa empat desa sekaligus di gelar bergilir. Seperti hal saat gelaran halal bi halal dan pengjian rutin yang di gelar Himassul Minggu (8/7) di halaman kantor desa Sukamaju Kec. Bantarkalong selain ribuan warga hadir pula pengurus himassul, pemdes dan Muspika setempat.

Kepada Tasikplus, ketua Himassul Haris Somantri Ssos menyebut himassul menjadi wadah silahturahmi warga yang memiliki kesamaan kultur dab geografis sekaligus menjadi tempat reuni mengenang sejarah orang tua mereka pernah tinggal di satu desa adminitratif yaitu desa Sukamaju lama. Selabjutnya Untuk langkah menjaga eksistensi Himassul, anggota DPRD Kab. Tasikmalaya ini menyebut pihaknya akan melakukan sejumlah langkah semisal menyusun tulisan sejarah sukamaju lama hingga proses pemekaranaya, selain proses legalitas menjadi yayasan juga akan di tempuh agar program kerja dab kegiatan himassul lebih terkonsep dan jelas.
dukungan besar warga eks Desa Sukamaju lama cukup besar, membuat kami serius lakukan pembenahan Himassul agar lebih maju lagi
pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful