Kembali Mengemuka Niat Pemkot Tertibkan Pul Bus


Wacana penertiban pool-pool (pul/garasi) bus oleh pemkot Tasikmalaya, kembali mencuat. Berbeda dengan gaung-gaung sebelumnya yang tak lama menyembul cepat kembali melempem, wacana itu kali ini terdengar terus menggelinding.

Bahkan kian hari makin santer saja. Sampai memunculkan opini atau persepsi beragam di masyarakat. Dari beberapa opini yang menyembul, satu di antaranya menyebutkan kebijakan itu berbau sentimen penguasa daerah ke salah satu pool bus.

Mencoba mengonfirmasikan itu di satu kesempatan, yang muncul bantahan. Menegaskan tak adanya sentimen-sentimen. “Tidak ada. Enggak ada. Enggak ada sama sekali. Kita berbicara aturan. Kan kemarin pak menteri datang langsung ke sini. Sidak langsung ke Terminal Type A Indihiang,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, H Budi, beberapa hari lalu.

Adapun yang mendasari sekaitan wacana penertiban, sebut H Budi, hanya satu. Ingin mengoptimalisasikan keberadaan Terminal Type A. Lantaran, yang menjadi penyebab tak optimalnya terminal adanya pool-pool yang jadi terminal bayangan. Menaik-turunkan penumpang secara berlebihan di poolnya masing-masing. Itu dinilai mematikan terminal bus hingga kini.

Kenapa wacana penertiban itu terdengar serius dalam bahasan sekarang, padahal operasional pool-pool itu sudah sangat lama? “Dulu kan dibolehkan menaik-turunkan penumpang. Tapi disalahgunakan sehingga dievaluasi oleh kementerian. Dan, kemarin pak menteri sudah mengintruksikan untuk melakukan penertiban, surat edarannya sudah ada,” jawab wali kota.

Selebihnya, H Budi berpesan pada para pengusah bus yang memiliki pool, kalaupun kebijakan ini kelak djalankan, para pengusaha tidak perlu khawatir. Lantaran, yakin H Budi, mereka sudah punya pasar/market masing-masing. Trayeknya juga sudah masing-masing. Keinginan wali kota, kepentingan semua pihak terpenuhi.

“Intinya, tujuan atau kepentingan kita semua terpenuhi. Pengusaha, penumpang dan terminal,” tandasnya. Ikhwal waktu penertiban kapan dilaksanakan, imbuh H Budi, akan dimulai setelah pemkot menerima intruksi formal dari Kementerian Perhubungan.

Heran

Sementara itu saat ditanya, tokoh masyarakat Tasikmalaya, Nanang Nurjamil, melihat agenda penertiban pool bus sebagai langkah yang tidak bijak dan tidak strategis. Sekalipun kebijakan tersebut didasari oleh Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan. Pendapat Nanang, sepinya Terminal Type A Indihiang, bukan semata disebabkan hadirnya pool-pool bus. Tapi, karena pengelola terminal (pemerintah) tidak mampu mewujudkan situasi dan kondisi yang aman, serta rasa nyaman bagi para calon penumpang.

Ia pun merujuk soal tuntutan itu sebagaimana diamanatkan Permenhub No. 132 /2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Belum lagi, katanya, kalau mengacu kepada Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Ketika membangun Terminal Type A Indihiang, asumsinya, tentu sudah dikaji dengan melakukan feasibility study (studi kelayakan), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta dokumen/ lain terkait persyaratan izin dan pengambilan keputusan.

Sepinya terminal bus di wilayah Kec.Indihiang itu, masih kata Nanang, sudah berlangsung lama, bahkan masih di era awal-awal kepemimpinan Budi. “Lalu, kenapa bukan dari dulu kalau memang pool-pool bus tersebut ditutup? Kenapa pula dulu diberi izin? Bukankah untuk mendirikan pool harus ada IMB?” herannya.

Nanang sempat memperbandingkan wacana penertiban itu dengan SK Dirjen Perhubdar No. SK 75/AJ.601/DRJD/2003 tentang Penyelenggaraan Pool dan Agen Perusahaan Otobus, Bab II Pasal 2, ayat (2) dan (3), yang justru malah memperbolehkan tempat parkir bus digunakan untuk menaik-turunkan penumpang. Gelagat para pengusaha bus berlomba menyediakan fasilitas nyaman dan aman, ucapnya, lantaran mereka merasa ingin memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen/pelanggannya.

 “Jika tidak ada alasan mendasar, dengan aspek pertimbangan logis dan strategis, serta didukung regulasi yang pasti, kebijakan penertiban ini jangan sampai diinterpretasikan sebagai sebuah sikap sentimen, kemudian menjadi kebijakan kontraproduktif, serta menimbulkan polemik baru,” tambahnya dihubungi melalui pesan WhatsApp

Oleh: Piter