Tasikplus.com-Menjadi perhatian tersendiri Pertamina hingga jajaran hilir distribusinya, penyiapan stok bahan bakar minyak (BBM) masyarakat, memasuki bulan Ramadan hingga momentum Idulfitri 1447 H. Pada momentum tahunan ini biasa ditandai mobilitas tinggi masyarakat, diikuti penyerapan distribusi BBM meningkat.
Kesiapan itu seperti pernyataan dalam pertemuan dengan awak media massa, Ketua Hiswana Migas DPC Priatim, Sigit Wahyu Ninidika, bersama Sales Branch Manager Fuel & Gas - Bandung VII, Faishal Fahd, dll. Pertemuan, Kamis (5/2/26), di Mutiara Seafood Restaurant, Kota Tasikmalaya.
Memaknai pertemuan, Sigit menegaskan, silaturahmi dengan awak pers untuk kesekian kalinya. Dimaksudkan menguatkan sinergi. Terlebih berkait penyampaian informasi mengenai amanah distribusi BBM kepada masyarakat. Pihaknya berharap pelayanan distribusi senantiasa lancar.
Berkenaan jelang Lebaran setelah memasuki bulan puasa 1447 H, komitmen jajarannya dapat menyalurkan BBM dan LPG dalam kondisi aman, tanpa kendala. Terpenuhinya kebutuhan distribusi dalam wilayah Priangan Timur (Priatim), sejak ruas-ruas jalur utama, kawasan destinasi wisata, sampai pelosok.
Dalam pers rilis tertulis yang sampai ke Tasikplus.com, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menegaskan kesiapan operasional Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI), guna memastikan kelancaran distribusi energi di wilayah Jawa Barat.
Sebagai wilayah dengan mobilitas tinggi saat arus mudik dan balik, Jawa Barat menjadi salah satu titik krusial dalam rantai distribusi energi nasional. Regional JBB telah menyiapkan langkah antisipatif, melalui penguatan stok BBM dan LPG, optimalisasi sarana dan fasilitas distribusi, serta peningkatan layanan di jalur-jalur strategis.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan, kesiapan Satgas RAFI merupakan komitmen Pertamina dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Menjawab pertanyaan, Sales Branch Manager Fuel & Gas - Bandung VII, Faisal, saat pertemuan dengan awak media di Tasikmalaya mengungkapkan, di tengah konteks geopolitik Timur Tengah yang saat ini dalam gejolak, stok BBM dan LPG nasional dalam jaminan aman, hingga pada 21 hari ke depan.
Ia mengiyakan di antara efek gejolak di Timur Tengah, saat ini ada dua tangker kapal arus impor yang tertahan. Tapi stok yang ada masih dalam kategori aman. “Ketika disebutkan stok aman hingga 21 hari juga bukan artinya setelah 21 hari habis di hari ke 22. Sebab, kondisi stok terus mendapat tambahan, termasuk hasil produksi dalam negeri”, bebernya.
Layanan strategis
Keterangan lain Pertamina, di antara bagian strategi pengamanan distribusi dalam suasana ramainya mudik-balik Lebaran, Regional JBB menguatkan layanan meningkat di Priangan Timur dengan penempatan unit Motoris (layanan BBM kemasan) di empat titik strategis meliputi, kawasan Gentong, Pos Gatur Kabupaten Tasikmalaya, Cikoneng, dan Pangandaran.
Layanan motoris ini disiagakan untuk membantu pemudik yang mengalami kendala kehabisan BBM di jalur padat atau wilayah dengan akses terbatas ke SPBU. Ada juga Mini Serambi MyPertamina di SPBU 34.463.01 Putra Pinggan sebagai fasilitas tambahan bagi pemudik untuk beristirahat.
Selanjutnya, antisipasi lonjakan kebutuhan BBM selama periode libur Lebaran, disiapkan SPBU Modular di kawasan wisata Pangandaran, guna memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di destinasi wisata unggulan.
Lainnya, memastikan kelancaran pasokan di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, distribusi BBM juga didukung dari Kilang Cilacap yang disalurkan melalui jaringan pipa menuju terminal BBM di wilayah Priangan Timur. gus



0Komentar