GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Pemkab Tasikmalaya dalam Tekad Pertahankan Daya Tarik Wisata Berbasis Alam dan Budaya

Ukuran huruf
Print 0
Para pengunjung wisata alam Galunggung, menikmati suasana alami dan rindangnya pepohonan. Kabupaten Tasikmalaya cukup memiliki kepariwisataan berpesona alam dan pantai. 

Tasikplus.com-Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki banyak kawasan destinasi wisata. Potensi daerah dengan tak sedikit berdaya tarik basis alam, gunung dan pantai, dalam suguhan yang masih alami. Berdasar informasi, angka kunjungan ke beberapa kawasan pariwisatanya terus meningkat. 

Namun yang tak terpungkiri juga, daerah ini bersebelahan dengan Kabupaten Pangandaran, yang sejak lama memiliki hamparan luas wisata pantai landai. Jadi buruan pengunjung wisata luar daerah, melandaikan perhatian arus pengunjung ke wilayah Tasikmalaya. Menyisakan tantangan pengelolaan dalam optimistis kelak tak harus kalah pikat. 

Di wilayah selatan Tasikmalaya halnya, memanjang hamparan pantai dalam beberapa titik kunjung. Dimulai Pantai Cikalong, lalu Pamayang, Karangtawulan, Sindangkerta, dan Pantai Cipatujah. Kawasan wisata cukup populer lain ada Pamijahan, dengan ikonik wisata religi. Di lokasinya ada goa alam menantang yang biasa dimasuki peziarah. 

Seterusnya, ada destinasi wisata alam gunung Galunggung. Berpanorama indah. Di lokasi ini ada kolam pemandian air panas, hutan Perhutani yang masih menghijau, kawah bekas letusan, dll. Berhamparan lerengnya yang luas. Di arah barat daya wilayah Kabupaten ini ada tempat wisata budaya, Kampung Naga, serta Kebun Teh Taraju yang menghampar. 

Seiring prospek dan potensi itu, bupati Tasikmalaya dan pasangan, memasukkan sektor pariwisata dalam visi-misi program strategisnya. Dalam satu misi kepemimpinannya, ia arahkan segenap perangkat OPD teknis untuk memacu pariwisata daerah dengan menekankan basis suguh alam dan budaya. 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Tasikmalaya, Drs Aam Rahmat Selamet MPd, mengaku cukup memerhatikan kebijakan itu. Di satu perbincangan dengan Tasikplus.com, ia tak mengelak dengan keterbatasan sumber daya sampai penata-kelolaan kawasan wisata yang masih dirasakan sampai sekarang. Namun, tekadnya, hal itu tak harus membuat pihaknya kendur ikhtiar. 

Seperti di antara upaya dinasnya saat ini tengah membangun sinergi dengan lintas sektor hingga kalangan mitra swasta. Mempromosikan kepariwisataan dengan memertahankan gelaran-gelaran even periodik berkonten kearifan lokal sekaligus pelestarian seni budaya daerah, seperti melalui ajang Syukur Laut di Pantai Cipatujah lalu Pantai Sindangkerta. Ada lagi hajatan Mapag Taun, kegiatan menyambut awal tahun

Kalau ajang Mapag Tahun menjadi kegiatan promosi pariwisata di awal tahun, masih ada even lainnya bertajuk festival di kawasan Pantai Karangtawulan. Penyelenggaraannya berkolaborasi dengan bidang kebudayaan di dinas teknis lain. 

Perhatian berikutnya kadis parpora, seraya penuh harap dapat sokongan anggaran provinsi di tahun 2026 ini ada rencana melakukan penataan fisik lingkungan atau infrastruktur kawasan pantai selatan. Dimulai gerbang masuk, pedestrian, lahan parkir, dll.

“Untuk proyeksi ini semoga saja dapat alokasinya. Kemarin-kemarin kita sudah dapat kunjungan dari pemprov setelah Bapeda mengusulkan”, harap Aam didampingi Kabid Pariwisata, Taufik, Selasa (21/4/26). 

Masih jadi langkah sinergi berikutnya,  Dinas Parpora dengan dinas lain, halnya di kebutuhan dukungan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata mengupayakan dapat sokongan Dinas Pekerjaan Umum. “Seiring keterbatasan yang ada tentunya kita pun harus berkolaborasi, terutama halnya dengan akses jalan yang ini perlu dukungan OPD lain”, sebutnya. 

Lalu, opsi lain gebrakan pemerintah daerah ini tengah mengoptimalkan konsep pengelolaan kepariwisataan oleh lembaga tersendiri hingga swasta. Menurut Aam, pemkab Tasikmalaya tengah dalam rencana menghadirkan BUMD pengelola sektor kepariwisataan sebagaimana sektor ini jadi bagian dalam misi prioritas bupati dan wakil bupati.

“Jadi, mudah-mudahan kami dengan fasilitas dan infrastruktur yang masih terbatas, sudah ada program bupati ke depan bahwa kita sedang berproses menuju pengelolaan objek wisata oleh BUMD. Prosesnya sudah berjalan dimulai dari Gunung Galunggung”, pungkasnya. gus

Pemkab Tasikmalaya dalam Tekad Pertahankan Daya Tarik Wisata Berbasis Alam dan Budaya
Periksa Juga
Next Post

0Komentar




Tautan berhasil disalin