Akpar Siliwangi Tetap Fokus Kegiatan Praktik Akademik di Masa Pandemi Covid-19

 

Satu potret kegiatan mahasiswa Akpar Siliwangi Tasikmalaya, tetap fokus jalankan praktik akademik di tengah pandemi covid-19
Lebih setahun ini, model pembelajaran dunia pendidikan berubah. Tak lagi akrab dengan berkumpul di ruang kelas, pembelajaran tatap muka (PTM). Melainkan ke pola jarak jauh. Mengandalkan basis gawai, daring (dalam jaringan). Masing-masing menempatkan gadget jadi andalan sarananya.

Pengalihan dalam keterdesakan itu perlahan berjalan. Hingga mulai dianggap biasa. Namun hal itu lain dengan kondisi kebutuhan di lembaga pendidikan kejuruan atau vokasional, dengan proporsi kegiatan praktik pembelajaran yang tinggi. Hanya fokus dengan model daring bisa mengabaikan urgensi penguatan tempa kejuruannya.

“Memahami urgensi kebutuhan kegiatan praktik akademik ini bagi mahasiswa, sejak awal kita berusaha memikirkan/mengupayakan, hingga kemudian intensitasnya terlaksana. Pembelajaran praktik mahasiswa rasanya terpenuhi sebagaimana proporsi kurikulum,” ujar Direktur Akademi Pariwisata (Akpar) SIliwangi, Hj Tuti Iriani.

Dalam penilaiannya, pelaksanaan kegiatan praktik mahasiswa penting. Sebab, di situ jadi sesi penguatan transfer keterampilan bagi peserta akademik. Penyampaian materi bersifat teori, sebut Tuti, bisa lancar-lancar saja dengan pendekatan daring. Namun, pembelajaran praktik mesti di lokasi/tempatnya, dengan instrukturnya melibatkan stakeholders.

Porsi penyampaian kegiatan akademik, teori (di ruang kelas) dengan praktik, 40% (teori) : 60% (pembelajaran praktik). Sepanjang berlangsung kegiatan praktik mahasiswa, jadi atensi pihaknya di masa pandemi covid-19, menerapkan protokol kesehatan. Berusaha membuat jarak, menjaga kebersihan, mengenakan masker.

Yang tak kalah membuatnya bersyukur lagi, sejauh ini mitra-mitra kerja kampunya dari kalangan industri cukup kooperatif, atensif, dan mendukung atas apa yang menjadi kebutuhan akademik di kampusnya. Sempat ada juga pertimbangan-pertimbangan gelar mahasiswa praktik di pihak kalangan industri.

“Tapi kemudian mereka (kalangan pengelola industri) memersilakan mahasiswa menjalankan praktik dengan kesepakatan mematuhi protokol kesehatan (prokes), agar semuanya baik-baik saja. Tak membawa madarat. Alhamdulillah, sejauh ini kita ada jalinan kerja sama yang baik dengan beberapa stakeholders”, akunya.

Kalangan mitra kerjanya merupakan penyerap tenaga kerja asal Akpar Siliwangi, terlebih kalangan industri perhotelan hingga ke luar pulau Jawa. Berkampus di Jl Peta, betulan Gunungroay, Kota Tasikmalaya, Akpar Siliwangi mengelola prodi D3 Perhotelan, berdiri dalam naungan Yayasan Universitas Siliwangi.

Yang terungkap lainnya, sepanjang kondisi pandemi sampai sekarang, kelancaran pembelajaran mahasiswa akpar ini cukup tertunjang dengan sokongan beberapa bantuan kegiatan, mulai asal kampusnya hingga dari pemerintah, seperti berupa alokasi pengadaan paket data, bantuan UKT (uang kuliah tunggal) untuk kelompok terdampak pandemi covid, sampai pembayaran keuangan lain yang dipersilakan dicicil. gus