Pegawai UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki Gelar Gerakan Tanam & Pelihara Pohon

 

Menandai kegiatan gerakan tanam, Kepala UPTD PSDA WS Ciwulan-Cilaki, Aseng Supriatna, menanam satu batang pohon yang diikuti pejabat lainnya, di lokasi sekitar Situ Cibeureum.


Jajaran aparatur ini merefleksikan kegiatan peduli lingkungan. Melakukan gerakan tanam pohon di lahan kritis tahun 2020. Persisnya pegawai ini, asal Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai (WS) Ciwulan Cilaki, Dinas Sumber Daya Air Pemprov Jabar.

Menjadi lokasi kegiatan yang menjadi titik simbolik gerakan penanam pohon, di areal Pulo sekitar Situ Cibeureum, Kec.Tamansari, Kota Tasikmalaya, Selasa lalu. Kegiatan mereka dihadiri sekretaris kecamatan (sekmat) beserta unsur muspika Tamansari, jajaran lurah, tokoh masyarakat sekitar situ, dll.

Saat pembukaan acara, Kepala UPTD PSDA WS Ciwulan-Cilaki, Aseng Supriatna ST MSi menggambarkan, di kekinian makin banyak kawasan yang semula menghijau kemudian dalam kondisi gundul/gersang, hingga kritis. Itu banyak menimpa kawasan hutan. Padahal kelestariannya sangat urgen bagi kehidupan.

Pada konteks lain, argumen kegiatan yang dilancarkan pagi Selasa (11/8) itu, menindaklanjuti Perda Jabar No.7 tentang Pengendalian dan Reahbilitasi Lahan Kritis, serta untuk mewujudkan pemulihan daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Barat.

Spirit lain dari kegiatan tanam dan pelihara pohon ini sekaligus kampanye pada segenap aparatur  dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai aset tak ternilai. Aset ini perlu dijaga, guna meningkatkan kualitas lingkungan yang baik serta kehidupan kini dan mendatang.

Sekmat Tamansari, Didin Fitriadi SIP M.Kes dan perwakilan pejabat KCD Perkebunan, pada satu sesi sambutan memberi apresiasi kegiatan tanam pohon itu. Pola pemanfaatan lingkungan, sarannya, saatnya lebih ke model berdaya, seperti penempatan peternakan lebah, ketimbang terus menebangi pepohonan atau kayunya.

Sempat mengemuka pula, arti penting satu pohon, setidaknya dalam menghasilkan karbondioksida untuk setiap dua orang manusia. Sementara, saat ini lahan kritis di Indonesia meluas, mencapai 14 juta hektar dan di Jabar, 911.192 hektar atau 6,51% dari luas wilayah.

Pada kegiatan itu, ada sekitar 550 batang benih pohon kekayuan dan buah yang siap tanam. Sumbernya berasal dari patungan atau paritisipasi pegawai UPTD PSDA WS Ciwulan-Cilaki Tasikmalaya. Setelah penanaman simbolik di area sekitar situ, benih pohon selebihnya diserahkan ke Kantor Cabang Dinas Perkebunan. gus