Jalan Maniis-Pasanggrahan Dibiarkan Hancur


Hari-hari warga di sekitar dengan pengguna ruas jalan ini, dalam debut yang perlu tambahan energi.

Acap dirasa harus ekstra-hati-hati agar tak sampai berkendara tergelincir. Terlebih saat jalan sedang becek. Itu melintasi jalan Maniis-Pasanggrahan, Kec.Salopa Kab.Tasikmalaya, yang kini hancur.

Kondisi yang seolah warga dipaksa menerima saja jalan butut setelah mereka tinggal di pinggiran, di belahan daerah sisi timur Kabupaten Tasikmalaya. Dalam keseharian lalu lintas di jalan ini, jadi penghubung aktivitas warga Kec.Salopa dan daerah lain ke selatannya, menuju luar daerah atau arah kota.

Jadi penunjang utama aktivitas dalam ragam keperluan, mulai distribusi barang yang datang dan ke luar, pemasaran hasil bumi, warga bekerja, menuju tempat pengajian, anak-anak bersekolah, dll. Di sekitar jalan ini dalam niat rekreasi atau pikiran yang tengah fresh tersuguh panorama bebukitan yang elok.

Melaluinya, masih ada yang mulus-mulus berlapis hotmix. Sebagian kerusakan dengan bebatuan yang menganga selain berupa kubangan. Di kala musim hujan, licin sehingga perlu hati-hati terutama pengendara motor agar tak sampai terjatuh.

“Dengan kerusakan jalan ini, tentu kita sangat berharap segera ada perbaikan,” ujar Husen, seorang penduduk Maniis, Desa Bengkok, Kec.Salopa. Ia bercerita, kerusakan jalan tak lama terlihat parah menyertai amblasnya jalan utama di Kec.Salopa hampir dua tahun lalu, sehingga pengguna kendaraan dari seukuran sepeda motor sampai truk bermuatan berat memilih jalan ini.

Harapan dia dengan perbaikan, aktivitas warga jadi lancar. Pengguna jalan tak terhambat sampai memakan waktu lama. Dalam pengamatan Husen, infrastruktur ini jadi jalan cukup hidup warga berlalu lintas menuju luar daerah. Tak sedikit ke arah Kota Tasikmalaya, untuk menjual atau membli komoditi kebutuhan hidup.

Jalan yang amblas di betulan Kp Sukasari, Desa Salawitan, Salopa, September 2016, sudah diperbaiki. Jalan yang rusak kini dibiarkan tak ada gelagat segera dapat sentuhan. Diperkirakan Husen, titik yang rusak itu dalam bentang kurang lebih 15 km. Ada beberapa kampung dalam radius itu, sejak perkampungan Maniis, Citilu, Ciatal, Pasanggrahan, sebelum sampai perbatasan Kota Tasikmalaya.

Mengakhiri obrolan dengan Tasikplus, Husen mengulang permohonannya pada aparat pemerintah daerahnya, bisa segera melancarkan perbaikan jalan. Dari obrolan warga lagi, melintasi jalan ini banyak hari dilalui beberapa rombongan warga untuk menuju tempat-tempat pengajian seperti ke lokasi Pesantren Maniis atau Cigaru, di Desa Karyawangi.

Oleh: Agus Alamsyah