Semua Pihak Bekerja Sama Kekurangan Dapat Terpenuhi

Drs Jamaludin Malik MM, Kepala SMP 1 Sukarame

Nama dan keberadaannya cukup terdengar dalam dunia pendidikan. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau akrab dipendekkan MKKS, demikian wadah komunikasi para kepala sekolah itu, yang terbentuk di jenjang sekolah dasar dan menengah atas. Organisasi para kepala sekolah (kepsek) SMP di Kab.Tasikmalaya, belum lama berselang, menggelar musyawarah. Di dalamnya teragenda pemilihan ketua baru MKKS.

Dari forum itu, kemudian amanah tak terelak memercayai Kepala SMP 1 Sukarame, Drs Jamaludin Malik MM, sebagai ketua MKKS Kab.Tasikmalaya. Sosok ini memang cukup dikenal di antara jajarannya, hingga pada giliran dianggap layak menakhodai kelembagaan informal kepsek itu. Pada tahun 2011, ia menerima kepercayaan menjadi kepala sekolah. Kiprahnya di MKKS di periode 2014-2017, sebagai sekretaris.

Rabu pekan kemarin Tasikplus bertemu dengan kepala sekolah yang sempat mengetuai organisasi Banser Kab. Tasikmalaya itu. Dalam obrolan ia kemukakan terbuka berbagai pertanyaan yang diajukan, sejak prinsif dirinya menerima amanah itu, hingga konsep program yang ia berobsesi dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan. Dan, berikut petikan obrolan itu:

Sebelumnya kita sampaikan selamat untuk kepercayaannya sebagai ketua MKKS SMP Kab. Tasikmalaya

Terimakasih! Ini tak lebih sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin.

Kepengurusan kali ini untuk jabatan masa bakti?

Masa bakti periode 2017-2020.

Agendanya setelah keterpilihan ini?

Setelah selesai proses pemilihan pengurus, berikutnya adalah saya lakukan konsolidasi organisasi, persiapan penyusunan program awal kepangurusan MKKS Kab.Tasikmalaya.

Apa gregetnya dengan program kerja yang disiapkan?

Rencana program yang nanti dibuat, tentu harus berdasarkan keterwakilan dari semua wilayah, dengan target untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional, proporsional, sesuai dengan kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kab. Tasikmalaya. Selain konsolidasi internal sebagai bahan penyusunan program selama tiga tahun ke depan, hal lainnya adalah menyusun kepengurusan. Namun sebelumnya menunggu surat keputusan (SK) pengukuhan dari kepala Dinas Pendidikan, setelah itu, agenda lainnya dalam waktu dekat, menggelar rapat kerja.

Boleh sedikit digambarkan program usungan Anda yang mungkin sudah direncanakan?

Di antaranya mengadakan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme para kepala sekolah. Berikutnya, persiapan gelaran kegiatan rutin O2SN, OSN, FLSN, dan Pentas PAI, serta sejumlah kegiatan lain yang sudah dijadwalkan sesuaikan dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Tadi sempat dibahas agenda pelatihan bagi kepala sekolah, apa yang melatarbelakangi itu?

Dengan berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para kepala sekolah, baik itu yang diadakan oleh kami, atau secara formal diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Alhamdulillah dengan itu memberikan dampak signifikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Bagaimana Anda melihat capaian mutu pendidikan di Kab.Tasik sejauh ini?

Melihat dengan realitas yang ada, barometernya seperti dari hasil ujian, baik itu ujian semester, UAS, UN, hingga UNKP atau UNBK, hasil akhir itu menurut penilaian kami, peningkatan kualitas pendidikan sudah nampak. Meski belum sesuai harapan. Terlihat dengan penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menjadi hal yang baru, dan berpengaruh terhadap berbagai hal yang ada, tertuma di soal sarana dan prasana yang belum memadai, sehingga bagi sekolah yang sudah menggelar UNBK, tapi terbatas dengan sarana, rata-rata migrasi ke sekolah menengah atas atau kejuruan yang memiliki fasilitas lab komputer. Dan, dengan penyelenggaraan UNBK integritas anak lebih, mereka diajarkan bersikap jujur.

Bagaimana sebenarnya dengan soal sarana prasarana yang ada termasuk upaya yang dilakukan seperti apa?

Tentu upaya itu jelas ada. Pihak sekolah sudah mengupayakan. Begitu juga pihak Dinas Pendidikan dan pemkab pun tak beda. Cuma belum maksimal, sehingga sejumlah sekolah masih bergantung ke sekolah lain. Mudah-mudahan tahun ini bisa dioptimalkan, bekerja sama dengan komite, pun pihak luar yang peduli terhadap pendidikan. Kalau semua pihak bekerja sama, insya Alloh apa yang menjadi kekurangan saat ini dapat terpenuhi.

Kembali ke soal MKKS, Anda sudah lama menjadi pengurus di dalamnya, sekarang ditunjuk sebagai ketua, barangkali punya catatan tersendiri yang perlu diperbaiki?

Pada prinsifnya sejak awal pendirian MKKS, ini sebagai wadah silaturahim, mencurahkan ide dan gagasan. Kemudian mengeluarkan berbagai aspirasi untuk kemajuan pendidikan. Tentunya tidak terlepas dari kekurangan dan kelebihan. Maka dari itu kita rutin adakan pertemuan, hanya untuk sekadar mengevaluasi apa yang kiranya perlu diperbaiki dan ditingkatkan, serta perlu kita ubah. Yang utama adalah soliditas dan kebersamaan dalam berorganisasi, harus terus dijaga itu. Tak kalah penting juga, rasa memiliki terhadap organisasi harus semakin diperkuat. Untuk loyalitas rekan-rekan saya percaya dan tidak diragukan. Begitu juga dengan integritas rekan kepala sekolah tidak diragukan. Semua itu penting, selain untuk menjaga keutuhan organisasi, tentu demi sasaran utama untuk mendukung peningkatan mutu atau kualitas pendidikan di Kab. Tasikmalaya.

Untuk makin memcu peran dan kontribusi organisasi yang Anda pimpin barangkali ada harapan?

Harapannya, perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan terus ditingkatkan. Setidaknya seperti masih banyak guru di Kab. Tasikmalaya, berstatus tenaga honorer. Selain itu, saat ini masih terjadi ketimpangan tenaga pengajar. Beberapa sekolah kelebihan guru, sementara bagi sekolah yang berada di pinggiran daerah, justru kekurangan tenaga pengajar. Untuk itu, perlu ada pemerataan tenaga pengajar hingga ke pelosok daerah. Pun yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan jumlah bantuan ke tiap sekolah, guna menyokong pencapaian mutu pendidikan yang berkualitas.

Oleh: Hapid