Menjaga Amanah dan Kepercayaan Sebaik Mungkin

Mamik M Fu'adi ST MT.

Wawancara
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Mengawali karir sebagai ASN sejak tahun 1997. Sosok satu ini bisa dikata cukup tak asing namanya di lingkungan pemkab Tasikmalaya.

Ia akrab dengan garapan teknis di dinas yang dulu populer dengan sebutan pekerjaan umum (PU). Nama serta kompetensinya erat kaitan dengan proyeksi pembangunan fisik/konstruksi.

Selama lebih kurang 20 tahun berada di pekerjaan teknis itu, kini ia diamanahi kepercayaan, menjadi orang ke dua di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Tasikmalaya, atau berjabatan sekretaris dinas, dengan pemahaman di situ lebih akrab garapan kesekretariatan, administratif.

Figur satu ini adalah, Mamik M Fu'adi ST MT. Melepas garapan akrab benaknya di proses penyiapan pekerjaan-pekerjaan fisik. Sekarang ia pimpin kesekretariatan. Seperti apa dengan fokus perhatiannya, pada Kamis pekan lalu, Tasikplus menyempatkan berbincang dengan pejabat terkenal ramah ini. Berikut petikannya:

Sebelumnya, kita sampaikan selamat, dengan amanah barunya....

Oh iya! Terimakasih

Bagaimana Anda memaknai jabatan ini?

Tentu ini sebagai suatu amanah dan kepercayaan dari pimpinan. Untuk itu kita harus menjaga amanah dan kepercayaan ini sebaik mungkin, terlebih amanah ini kan pertanggungjawabannya berat. Dunia-akhirat, dan ini sebagai ladang ibadah. Maka, harus kita jaga benar.

Pindah fokus garapan, ke dunia kesekretariatan. Apa yang kiranya akan lebih jadi perhatian?

Tentunya menjalankan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsi, sebagai sekretaris dinas. Di antaranya pemberdayaan sumber daya manusia, dan mengawal arah kebijakan dinas agar sesuai dengan renstra dan RPJMD.

Yang dirasa jadi beda dengan tanggung jawab dulu di soal pekerjaan?

Alhamdulillah, (sekarang) tidak terlalu repot. Hanya perlu penyesuaian saja. Semula pengelolaan hanya //skup// bidang, kali ini secara umum kedinasan. Di posisi sebelumnya juga selain mengurusi soal teknis, hampir 90% erat kaitannya dengan urusan administratif. Jadi, cukup terbiasa. Tinggal melengkapi saja.

Sempat terbahas tadi soal tugas pemberdayaan SDM. Sejauh ini Anda melihatnya seperti apa di urusan SDM?

Betul, berbicara kualitas kerja, erat kaitannya dengan SDM. Jadi, kalau SDMnya kurang kompeten, bagaimana bisa menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Untuk itu, kita sudah memprogramkan, tahun depan, ada beberapa kegiatan bimbingan teknis atau bimtek, dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM, baik itu penyedia jasa sebagai mitra pemerintah, juga SDM di internal dinas.

Selain SDM yang perlu ditingkatkan kapasitasnya, hal apa lagi barangkali yang masih perlu perubahan?

Sebenarnya klasik. Ada empat hal yang harus jadi perhatian dan agar terus ditingkatkan. Pertama, SDM, anggaran, peralatan, dan metode kerja. Untuk peralatan yang kita punya cukup ketinggalan jauh, seperti alat survei, laboratorium. Bahkan alat berat pun sangat minim, dan kondisinya sudah tua. Akhirnya balik lagi ke soal anggaran yang terbatas. Namun, terlepas dengan kondisi anggaran yang ada, kita tetap berupaya baik ke provinsi atau pusat.

Lantas, untuk menyiasati kekurangan itu upaya dinas?

Sementara ini mengoptimalkan apa yang ada. Meminimalisasi hal-hal yang sekiranya mengandung risiko. Metode kerja, teknis kerja selalu kita uptade dan kita sesuaikan dengan koridor aturan yang berlaku. Di soal kualitas pekerjaan tetap jadi prioritas dengan segala kekurangan yang ada. Intinya, harus bisa menyiasati, meski sebernarnya cukup berat. Di satu sisi, di ukuran idealnya kualitas kita tidak bisa bergerak miring kanan miring kiri. Harus lurus sesuai ketentuan yang berlaku. Pada sisi lain, kita juga dihadapkan pada keterbatasan yang ada. Di situlah kita harus pintar memosisikan diri. Mengoptimalkan yang ada. Tanpa meninggalkan koridor aturan.

Terakhir, harapan Anda mungkin?

Harapannya, segala hal yang harus kita perbaiki, harus terus kita upayakan, terutama soal SDM di saat kita dihadapkan pada perkembangan teknologi yang begitu cepat, di tengah persaingan global. Jadi, kita harus menyiapkan SDM yang berkualitas. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, bisa-bisa di daerah sendiri kita hanya jadi penonton. Untuk melakukan perubahan ini diperlukan komitmen bersama, dari semua pihak. (pid)


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account