Kita Yakinkan Lokasi Wisata dalam Kondisi Aman

Wawancara
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Musim libur tiba. Di momen seperti ini, biasanya yang jadi sasaran buruan warga adalah tempat wisata.

Di kawasan tertentu, hal itu sudah jadi genggaman pengelola kepariwisataan. Kabar sebaliknya, untuk kesempatan sekarang ini justru dialami oleh lokasi-lokasi wisata tertentu milik pemerintah Kab.Tasikmalaya. Memasuki masa ramai kunjungan wisatawan, justru malah sebaliknya.

Asumsi itu datang dari pimpinan Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya. Data yang dimilikinya kunjungan wisata ke sejumlah tempat wisata yang dikelola pemkab, mengalami penurunan. Jika tahun lalu saat musim libur dan akhir tahun, angka kunjungan naik. Tahun ini diprediksi penurunannya mencapai 50-60%.

Demikian persisnya dilontarkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya, H Asep Saeful Bahri, beberapa hari lalu. Salah satu yang berpengaruh terhadap angka kunjungan wisatawan itu, kaitannya dengan peristiwa gempa bumi, Jumat (15/12) lalu.

Seperti apa jauhnya obrolan bersama pejabat yang ramah dalam suasana santai itu, berikut petikannya;

Musim libur dan akhir tahun, biasanya dimanfaatkan warga mengahbiskan waktu di tempat wisata, bagaimana prediksinya?

Kemungkinan angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk tahun 2017 diprediksi mengalami penurunan. Khususnya di lokasi wisata yang dikelola pemkab, seperti area Galunggung, Karang Tawulan, Sindangkerta, Pamayang, dan Cipatujah. Terus terang dengan kejadian bencana gempa beberapa waktu lalu, berdampak besar terhadap angka kunjungan wisatawan. Terlebih ada informasi agar waspada terjadi gempa susulan. Prediksi kami kunjungan wisatawan akhir tahun 2017 tidak seramai akhir tahun sebelumnya.

Angka kunjungan menurun, ada imbas?

Imbas penurunan kunjungan wisatawan jelas sangat mempengaruhi aliran pendapatan ke kas daerah. Sebetulnya kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menarik wisatawan bisa berkunjung. Salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan di lokasi wisata. Hal ini untuk meyakinkan para wisatawan bahwa lokasi wisata yang hendak dikunjunginya dalam kondisi aman. Bahkan kita juga menggelar jumpa pers, pertemuan dengan semua //stakeholders//, termasuk pengusaha industri pariwisata, menyampaikan bahwa kondisi tempat wisata di kabupaten Tasikmalaya aman untuk dikunjungi, informasi yang beredar selama ini misal, tentang Galunggung akan meletus. Padahal, itu jelas tidak benar, dan kejadiaan longsor di Galunggung beberapa waktu lalu bukan kategori bencana. Kalau untuk wilyah pesisir pantai memang statusnya waspada. Terlebih dampak dari gempa lalu juga merusak sejumlah infrastruktur, salah satunya mess pemda.

Upaya yang dilakukan?

Kita juga tidak tinggal diam, berbagai kegiatan di lokasi wisata untuk menarik pengunjung terus kita lakukan, promosi tingkat lokal, regional, dan nasional juga kita lakukan. Hal ini untuk meyakinkan pada para pengunjung bahwa lokasi wisata yang hendak dikunjungi dalam kondisi aman.

Terus, kalau langkah antisipatif yang disiapkan guna menekan sekecil mungkin dampak bencana di kawasan wisata?

Jelas sudah kita siapkan, ada koordinator timnya. Untuk lebih teknisnya ada muspika, BPBD, dan instansi lain. Adapun tugas Dinas Pariwisata hanya pengamanan aset

Bagaimana dengan langkah pengembangan penataan aset kawasan wisata yang dilakukan?

Upaya kita, sudah mengusulkan ke pemerintah pusat dan provinsi, untuk melakukan penataan kawasan wisata, khususnya Galunggung. Proyeksi (kebutuhan)nya untuk lahan parkir, ruko, dan lainnya. Saat ini sedang dalam tahap negosiasi pembebasan lahannya seluas 1,3 Hektar.

Target PAD dari sektor pariwisata pemkab untuk tahun ini?

Target PAD dari sektor pariwisata tahun ini senilai Rp 1,2 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp 200 juta dibanding tahun lalu yang berkisar Rp 900 Jjta lebih. Untuk target tahun depan juga kembali naik jadi Rp 1,5 miliar. Dengan kondisi yang ada, untuk target tahun ini, Alhamdulillah sudah terpenuhi. Evaluasi terakhir sudah 90% lebih.

Terakhir, adakah rencana pengembangan sektor kepariwisataan ke depan selain sekadar promosi biasa?

Rencana ke depan akan dibuat paket wisata, lokasi kunjungan ketiga daerah, yakni Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini masih dalam proses pembahasaan. Konsepnya lagi, nantinya pengunjung tidak hanya berkunjung ke tempat wisata saja, tapi juga ke lokasi industri kreatif, UMKM, dan lainnya. Minggu depan akan dibahas MOU kerja sama antara bupati, wali kota, se-Priangan. Konsepnya sedang dibahas. Gagasan ini kita buat, pas kita komunikasikan dengan daerah lain, ternyata direspons dengan baik. Selanjutnya tinggal bagaimana kesiapan masing-masing daerah, dalam menata kawasan wisata. Jadi, jangan hanya sekadar menarik pengunjung saja, sarana prasana di lokasi wisata pun juga harus memadai. (pid)

 


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account