Ka.Balai PSDA Ciwulan-Cilaki Gagas Sistem Informasi Debit Air

Sosial
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Di kebanyakan saluran irigasi atau sungai, tak diikuti data debit air yang tersaji akurat dan update. Rata-rata berdata persepsi lawas yang terus dicopy paste.

Padahal pada kenyataannya, data debit air di saluran irigasi/sungai jadi hal urgen. Sebagai nadi sektor pertanian, pemenuh kehidupan.

Sepertinya memahami hal itu, Kepala Balai (Ka.Balai) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ciwulan-Cilaki Tasikmalaya, Dinas PSDA Jabar, Dikky Achmad Sidik, punya gagasan untuk bisa menghadirkan solusi. Mengangkat data debit air irigasi di wil.kerjanya, dengan memunculkan model Sistem Informasi Sisa Air.

Penerapan sistem itu kini dalam langkah proses uji terap, pada Sungai Ciwulan-Cilaki. Sungai ini membentang berhulu di wilayah Gunung Cikurai, Kab.Garut, mengalikan air sampai pada banyak daerah warga. Tak kalah banyak mengaliri areal pertanian di wilayah Tasikmalaya. Bentang panjang sungai 114 km.

Sistem Informasi Sisa Air dalam penerapannya berupa singkronisasi serta integrasi data pemanfaatam air, melibatkan stakeholders atau kalangan pemanfaat air, serta memerhatikan data hidrologis daerah aliran sungai (DAS).

Dalam satu kesempatan diterangkan, Dikky Achmad Sidik tentang penerapan Sistem Informasi Sisa Air. Di antaranya berupa langkah menyingkronkan pemakaian air dengan penggunanya. Dimulai kalangan industri yang tercatat seperti dalam saluran irigasi itu ada PT Sugarindo, PDAM, DAS di Kab.Tasikmalaya, beberapa pengelola bendung daerah irigasi (DI), dll.

Kesemua pemanfaat air itu diminta melaporkan serta terus mengupdate penggunaan airnya melalui laporan sistematis berbasis internet. Nantinya akan muncul berapa debit terpakai di satu sungai. Informasi itu akan tersaji dalam satu jejaring internet yang bisa diakses banyak pihak.

Dikky meyakini, sinergi ini nantinya akan memunculkan angka penggunaan air dari satu irigasi/sungai yang itu akan jadi rasio pengurang atas perhitungan total debit satu sungai dalam kalkulasi bersumbu di hulu sungai yang menampung resapan atau air hujan sesuai curah hujan.

Akan terhitung

Jika sinergi itu sudah berjalan, keyakinan Dikky berikutnya, di tiap titik pantau alur sungai akan menghadirkan angka debit, sampai pada arah hilir. Sehingga dengan data-data debit itu cukup jelas manfaatnya bagi kepentingan penggunaan air areal pertanian, bukaan baru orientasi industri.

Kemudian, manfaat dalam penyaluran air terukur pada pada anak-anak sungai/inlet yang ada di sekitarnya. Begitupun dalam pemenuhan penggunaan air baku perusahaan seperti PDAM saat ada yang mengusulkan.

Pengakuan berikutnya Dikky, gagasan ini ia dapat saat mengikuti satu pelatihan terutama ketika pelatihan tersebut menantang tiap peserta, menghadirkan satu inovasi penanganan sungai/irigasi untuk memertahankan fungsi sebagai penyedia air, sumber irigasi.

Lantas, saat sistem itu ia coba angkat dan ajak kalangan pemanfaat air di wilayah kerjanya bersinergi, dalam satu acara bahasan, spontan mendapat klaim dukungan, baik kalangan swasta atau pejabat di daerah.

Obsesi dia, sistem pengukuran debit air itu kelak bisa diterapkan pada irigasi lainnya. Debit air sungai-sungai/irigasi tersaji instan dalam basis internet. Siapapun yang punya kepentingan dengan angka ketersediaan air ini untuk usahanya, bisa dengan mudah mengakses. gus 


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account