Ketua PWI Jabar, Mirza Zulhadi menyerahkan SK kepengurusan di aula Kantor PWI Cabang Jawa Barat, Jl.Wartawan, kawasan Buah Batu, Bandung. Disaksikan para pengurus PWI Jabar. Surat keputusan itu ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat, Margiono, Rabu (18/7)./Gus

Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tasikmalaya, periode 2017-2020, dikukuhkan. Pada Rabu (18/7), pengurus PWI Tasikmalaya, menerima Surat Keputusan (SK) PWI Pusat berisi penetapan pengurus PWI Tasikmalaya.

Ilustrasi Pilkada.*

Jadi penantian. Siapa akhirnya calon pemimpin pemerintahan Kab.Tasikmalaya, siap berkompetisi dalam Pilkada 9 Desember 2015.

Ilustrasi: Miras

Dua dari sekian banyak peristiwa terakhir yang menghebohkan, dengan menyebabkan korban meninggal, pengonsumsi miras oplosan di Garut dan Sumedang.

Gambar ilustrasi ramadhan.*

Bulan Romadhon, atau Ramadan (dalam istilah Indonesia), di setiap kali kedatangannya, penuh sambut. Banyak keterangan menyebutkan keagungan tersendiri bulan satu ini.

Ilustrasi: Kegigihan Perjuangan

Senin, awal pekan kedua November ini, tepat tanggal 10 November 2014. Memasuki tanggal itu, setonggak sejarah besar puluhan tahun silam tertancap. Membawa Indonesia berdaulat. Berdiri hingga sekarang Dinyatakan oleh negara sebagai Hari Pahlawan.

Pemred SKU Tasikplus, Agus Alamsyah

Di ruas Jl.Kadupugur, wil.Kec.Indihiang, Kota Tasikmalaya, tampak keberadaan bangunan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Tasikmalaya.

Balekota Tasikmalaya

Dirgahayu Kota Tasikmalaya. Selamat memasuki usia ke-13, di tahun 2014. Tepat pada 17 Oktober ini, Kota Tasikmalaya berusia 13 tahun. Terhitung sejak 2001, dan merupakan pemekaran dari wilayah pemerintah Kab.Tasikmalaya.

H Syamsul Maarif.*

Meskipun Pilkada Kota Tasikmalaya masih lama dan baru akan dilaksanakan tahun 2017 nanti, namun suasana karyawan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya sudah mulai terpolarisasi.

Ilustrasi gambar uang.*

Di tengah riuh politik dan pro-kontra kebijakan negara digelar hingga perjalanan kini, dalam rombongan penguasa baru.

Ilustrasi: Pilpres 2014

Di pengujung kampanye perhelatan akbar Pilpres 2014, terdengar, tersaksikan, sengitnya kontestasi, memanasnya konstelasi politik. Terutama dari kubu yang sudah terkotak mengusung calon jagoannya.

Pada pekan kedua bulan ini, atau tepatnya tanggal 9 Juli 2014, puncak pemilihan presiden dan wakil presiden digelar. Naiknya iklim kontestasi, tak lepas makin dekatnya masa pemilihan untuk sama-sama merebut massa pemilih, memenangkan pertandingan.

Namun, yang tak kalah meriuhkan keadaan pesta demokrasi selepas pileg sekarang, tak pelak mengemuka benteng-benteng perhelatan pemilihan yang terlihat kadung turut terlarut, atau miluan ancrub.

Netralitas yang diklaim-klaim media, pecah, ikut main "turun ke lapang" pertandingan. Sosok-sosok penegas wawasan, pemerhati, pengamat, banyak yang beroceh miring, ngeblok, tak lagi seperti wasit-wasit pertandingan yang mesti mengamankan keadaan.

Pada tayangan satu media, terus dibentangkan mewangikan sepasang capres. Media satunya, mengiblat ke pasangan capres lain. Dalam program-program penayangan berita, menggelikan, pengiblatan itu dalam masing-masing unggulkan jagoannya.

Narasumber tv yang satu sampai mencemooh narasumber di tv kompetitor. Tontonan lainnya, deretan penyaji hasil survei pun mengindikasikan gelagat serupa, beda-beda. Perhelatan politik "unik" memang ala Indonesia. Masyarakat kemudian susah mendapat kejelasan terang, siapa memiliki nilai lebih bilangan.

Kalangan bijak berusaha menyejukkan, dengan mengatakan ini memang perhelatan politik yang tidak selalu berjalan dalam rel-rel dan koridornya. Akan sarat warna, dan dinamika. Di balik keriuhan, pada akhirnya sedikit menyiratkan pula, kelompok mana terlihat mereferensikan ketulusan perjuangannya.

Selalu banyak hikmah di balik banyak kejadian. Memaknai pilpres, bermakna strategis demi keberlangsungan penyelenggaraan negara tempat menjalankan kehidupan. Segala dinamika diharap sebagai tahapan-tahapan proses untuk mencapai satu kematangan berbangsa.

Tentunya lagi, harapan kita selalu dalam keinginan perhelatan politik, agenda pilpres, yang terus dijalani membawa kebaikan-kebaikan seiring zaman yang kian penuh tantangan. Rakyat butuh pemimpin visioner, cerdas, inovatif, dibarengi jujur, dan amanah. Semoga dihasilkan lewat pemilihan yang akan kita laksanakan pekan ini.***

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account