Menggagas Hutan Kampus Unper Berpepohonan Langka

Ketua Pembina YUS, Letjen TNI (Purn) H Endang Suwaraya, disaksikan yang hadir mengawali gerakan pelestarian tanaman langka di lokasi kampus Unper/Akpar Siliwangi. Setelah diawalinya, diteruskan oleh yang lain secara serempk./Gus

Perguruan Tinggi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Satu acara sederhana namun sarat makna, Jumat pekan kemarin, tergelar di lingkungan kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya.

Dimotori unsur pembina Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), berlangsung kegiatan penanaman pohon di lahan sekitar kampus. Tak sekadar jenis pohon atau buah biasa yang ditanam. Tapi dalam jumlah banyak terdiri pepohonan yang kini sudah langka.

Hadir dalam gerakan tanam pohon itu, Ketua Pembina YUS, Letjen TNI (Purn) H Endang Suwaraya dan jajaran, unsur Pengawas dan Pengurus YUS, pejabat yang mewakili wali kota dan unsur Muspika, Tawang, rektor Unper dan jajaran, direktur Akademi Pariwisata (Akpar) Siliwangi serta unsur pimpinannya, kalangan dosen, pengurus organisasi mahsiswa serta perwakilan mahasiswa.

Mengawali pemaparan tentang kegiatan, Ketua Umum YUS, Brigjen TNI (Purn) Dr H Dedem Ruchlia MSi mengemukakan, gerakan tanam di lahan kampus ini dimotori ketua Pembina YUS dan jajaran dalam konsep merefleksikan kepedulian melestarikan lingkungan yang baik di tengah tatanan yang banyak terlihat rusak atau terabaikan. Sekaligus upaya menjaga kelestarian pepohonan khas alam Priangan yang kini banyak yang sudah hilang.

Kurang lebih 200 batang pepohonan langka terdiri beberapa jenis, ditanam di area sekitar kampus dalam luasan kurang lebih 1 hektar. Gerakan tanam ini pun dalam konsep melahirkan hutan kampus, lingkungan pendidikan yang rindang, hijau, memiliki kekhasan, dan makin nyaman ditempati. Penanaman pepohonan dengan sarat tata/penataan, hingga kelak terlihat elok menghijaukan area kampus.

Pada giliran menyampaikan sambutan, Ketua Pembina YUS Letjen (Purn) H Endang Suwarya mengungkapkan, seiring visi pendirian lembaga pendidikan yang dalam naungan YUS didorong peduli budaya serta kearifan lokal, penanaman pohon langka ini adalah bagian dari spirit itu. Alam Priangan memiliki banyak pepohonan unik. Namun pada giliran sekarang kian langka. Bisa punah jika tak ada yang peduli.

Kerusakan lingkungan sudah banyak menimpa seperti berupa banjir dan longsor eksesnya. “Itu sebagai tanda-tanda  alam atau lingkungan telah rusak. Belum lagi daya dukung pulau Jawa ini sudah tak memadai atas jumlah penduduknya. Untuk ini semestinya semua pihak peduli menjaga kelestarian lingkungan,” ujar H Endang Suwarya. Sosok petinggi ini tampak cukup memiliki data serta jauh berpengetahuan soal kondisi alam/lingkungan Tanah Air yang makin berkondisi memprihatinkan di kekinian.

Ada catatannya tentang hutan lindung yang dirambah dan rusak. Kemudian, ancaman yang tak mungkin terhindari, ucapnya, di tengah kepadatan penduduk yang terus merebak, kelak sulit air, hutan hilang, pepohonan susah, yang menyertai kerusakan alam. Ancaman tersebut jika tak disikapi sejak kini. Pemerintah mencoba menggagas program tanam pohon. Namun, yakinnya, inisiasi itu tak akan berhasil jika tak didukung segenap komponen masyarakat.

Yayasan Universitas Siliwangi merupakan lembaga penaung Unper dan Akpar Siliwangi. Di masa lalu yayasan ini adalah pelahir Universitas Siliwangi. Adapun sejumlah jenis yang ditanam dalam gerakan menanam pohon khas Priangan upaya melestarikan lingkungan itu, antara lain, pohon gandaria, lokat, harendong, belimbing, samolo, kayu manis, kupa, lobilobi, bencoy, namnam, kaweni, huni, cereme, campoleh, pisitan.

Ada juga tanaman “tamu” yang khas turut dilestarikan asal Irian yakni, matoa, serta kepel yang dulu dikenal tanaman khas biasa ditanam warga Kraton Jogja. “Kita pun masih menambah pepohonan penggembira seperti terdiri rambutan, mangga, durian, dan yang lainnya,” imbuh H Endang sembari menambahkan, jumlah pohon dan luasan (1 hektar) itu sebagai tahap awal, dalam rencananya hutan kampus seluas 2 hektar. gus


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account