20
Rab, Jun
1 Artikel Baru

Ketua BNSP Serahkan Langsung Lisensi Operasional untuk LSP Unsil

Perguruan Tinggi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Setelah digagas kehadirannya sejak empat bulan terakhir. Keberadaan Lembaga Serifikasi Profesi (LSP) Unsil, akhirnya resmi beroperasi.

Hal itu menyusul diterimanya lisensi oeprasional kelembagaan LSP yang diberikan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.

Penerimaan lisensi itu langsung diserahkan Ketua BNSP RI, Ir H Sumarna F Abdurahman MSc, dalam kunjungan kerja ia bersama rombongan ke kampus Unsil, Selasa (23/1). Kedatangannya diterima Rektor Unsil, Prof. H Rudi Priyadi, bersama wakil rektor dan unsur pimpinan kampus lain.

Menyertai kegiatan kunjungan petinggi BNSP, terus diisi seminar yang membahas tema “Sertifikasi dan peningkatan daya saing lulusan perguruan tinggi”. Ada juga FGD menyoroti “Strategi Pengembangan LSP”. Kemudian, peresmian gedung baru LSP Unsil.

Saat menanyai Ir H Sumarna, di sela kunjungan itu, jawabnya, pemerintah sejak 15 lalu mencanangkan kebijakan pengembangan SDM berbasis kompetensi profesi. Lembaganya yang menerbitkan sertifikasi kompetensi ini terhadap seseorang.

Termasuk dengan peran LSP, untuk memastikan standar kompetensi dari lulusan dunia pendidikan. Dalam keterangannya lagi, selama ini ada ketidakcocokkan, timpang, mismatch, antara apa yang dibutuhkan lapangan kerja dengan apa yang dihasilkan dunia pendidikan.

“Jadi, selama ini kita garisbawahi pengangguran itu bukan semata disebabkan oleh tidak adanya lapangan kerja. Tapi lebih karena ketidakcocokan kebutuhan dengan yang dihasilkan,” tilai Sumarna, seraya menambahka, peran lembaganyalah untuk mengurangi ketimpngan antara suplay and demand ini.

Terpisah Ketua LSP Unsil, Ir H Unang MSc menerangkan, kehadiran LSP Unsil, guna mendorong tenaga-tenaga kompeten di bidangnya. Dengan penempatan para asesor serta perangkat/sistem yang dipersiapkan. Proses asesmen LSP akan menyertifkasi seseorang kompeten atau tidak di bidangnya.

Unang menyiratkan, ada satu aturan bagi perguruan tinggi memiliki kelembagaan ini. Yang jadi motivasi pihaknya menghadirkan kelembagaan ini, tentunya untuk menjamin mutu lulusan kampus yang dihasilkan, hingga kompetitif. “Penting dengan lembaga ini dalam menyongsong era global, seperti dengan diberlakukannya MEA,” sebut Unang.

Adapun bidang keahlian yang akan disertifikasi LSP Unsil di awal kehadiran ini meliputi 14 skema dengan lisensi yang dikantongi. Beberapa di antaranya bagi mereka yang berdisiplin ilmu sektor pertanian, teller, tenaga pelayanan dan pemasaran, programer web, analis program, arsitekstur, serta tenaga IT. (gus)


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Daftarkan informasi pemberitahuan ke email anda untuk berlangganan berita kami
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account