Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon di Lahan Baru Kampus

Perguruan Tinggi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pada Rabu pekan lalu, hampir seluruh kalangan warga kampus Unsil, tumplek di lokasi lahan anyar dimilikinya, di wil.Kelurahan Mugarsari, Kec.Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Ramai-ramai mereka menjabarkan Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Seumur Hidup.

Diawali satu seremoni di titik pesawahan itu, tampak Rektor Unsil Prof H Rudi Priyadi beserta para wakil rektor, kalangan dekan beserta sivitas akademikanya, perwakilan mahasiswa. Terlarut juga unsur birokrasi dari dinas terkait di lingkup pemkot Tasikmalaya, camat Tamansari disertai unsur muspika, dan kalangan tokoh masyarakat di sekitar.

Dalam satu obrolan dengan Prof Rudi, diharapnya, setelah aksi gerakan tanam dan pelihara pohon itu, kelak menghadirkan lingkungan kampus di lokasi itu yang ramah lingkungan, sejuk, rindang dan hijau. Lingkungan pendidikan yang baik akan memengaruhi proses dan hasilnya.

Yang memayungi pelaksanaannya, kerja sama seluruh pimpinan perguruan tinggi dengan Kementerian LH, kemudian visi-misi, menghadirkan kampus hijau, berwawasan lingkungan. Dengan gerakan tanam dan pelihara pohon berbasis lingkungan kampus, ada tiga prinsif menyertainya yakni, terawat, terlindungi, termanfaatkan.

Tak saja soal kepedulian yang memotivasi gerakan tanam, tapi aspek ekonomi dan yang lainnya jadi sasaran. Pengadaan tanaman terdiri kayu keras dan buah-buahan, dengan mendapat dukungan dari stakeholders, seperti perbankan dan BUMN.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr Dedi Natawijaya, menerangkan melalui acara itu diproyeksi tertanam benih pepohonan 5.500 batang. Namun, bersamaan kegiatan Rabu (24/1) itu, katanya, baru tertanam sekitar 3.300-an batang. Di antara pohon ditanam, gemeliana, manglid, yulialiptus, kasu, pala, jambu, bol, dan mangga.

Yang menaman benih pepohonan/tanaman itu, dimulai rektor, wakil rektor, unsur pimpinan kampus lain beserta para dosen, karyawan, birokrat yang hadir, mahasiswa, dan tokoh masyarakat yang hadir. “Setelah penanaman ini kita akan teruskan dengan kegiatan penyulaman dan pemeliharaan,” imbuh Dedi.

Areal lahan yang masuk dalam wil.Kelurahan Mugarsari dan Sumelap itu, dimiliki Unsil bantuan pemprov Jabar. Pengadaannya, saat diharuskan melakukan pembebasan seluas 30 hektar, untuk memenuhi syarat usulan penegerian kampus Unsil, yang terlaksana pada April 2014. (gus)


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account