Sekitar 114 Penderita Ikuti Terapi HIV/AIDS

Warga Sukasirna bikin kincir air untuk menghindari sawah kering.*

Kesehatan
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Banyaknya masyarakat yang terpapar virus HIV/AIDS membuat pemerintah semakin gencar melakukan sosialisasi pencegahannya, agar penyebaran virus HIV/AIDS itu tidak semakin meluas. Seperti yang diutarakan Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman saat menyampaikan paparannya di depan sejumlah kepala sekolah dan tenaga pendidik lainnya beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Cecep Zaenal Kholis, M.M.Kes saat dimintai tanggapannya mengatakan, sejak ditemukan sekitar tahun 80an, penderita virus HIV di Tasikmalaya jumlahnya mencapai 270 orang, dimana 56 orang telah meninggal dunia.

Sementara itu, penderita yang tengah mengikuti terapi saat ini jumlahnya ada 114 orang. 17 orang di antaranya ibu rumah tangga, 8 orang anak kecil, dan satu kasus yang baru ditemukan yaitu menimpa pada seorang anak remaja.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan senantiasa melakukan penyuluhan di berbagai kesempatan. "Selain itu, kita juga kita intens berkoordinasi dengan komisi penanggulang aids (KPA) dan menjalin kerjasama dengan sejumlah LSM pemerhati virus HIV," katanya.

"Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat, untuk senantiasa memperhatikan keluarganya, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Selain itu, hindari melakukan hubungan seks sembarangan, seks bebas, dan penggunaan jarum suntik secara bersamaan," terang Cecep. T-25


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account