20
Rab, Jun
1 Artikel Baru

Serda Yuyu Piawai Dalangi Wayang Golek

Seni Budaya
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Menjadi anggota TNI, identik dengan dunia kemiliteran yang disiplin.

Mereka pun dituntut memiliki karakter tegas demi menjaga stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI).

Namun, segala tuntutan dan mental kesiapsiagaannya tidak lantas membuat Sersan Dua (Serda) Yuyu Yunus, berhenti mengasah bakatnya di dunia seni dan budaya.

Anggota Babinsa di Koramil 1222 Salawu ini, ternyata piawai memainkan seni tradisional  wayang golek. Wajar memang sebab, sejak kecil ternyata Serda Yuyu sudah belajar menjadi dalang.

Pria kelahiran Tasikmlaya, 48 tahun silam itu mengaku dirinya tertarik dengan pewayangan karena saat kecil, hampir setiap saudara atau tetangga yang menggelar hajatan banyak disuguhi pertunjukan wayang golek.

"Kamu punya bakat (dalang). Berlatihlah terus. Percayalah pada kemampuan dirimu. kamu akan berhasil," ujar Yuyu menirukan perkataan gurunya, kala itu.

Mendengar itu, ia terus mengasah bakatnya. Bahkan hingga saat ini. Di sela aktivitasnya menjadi anggota TNI, ia terus belajar tentang wayang meski dengan otodidak.

Kemampuannya mendalang terasah hingga akhirnya pria yang mengidolakan Asep Sunandar Sunarya itu dipercaya untuk pentas di caara pernikahan  saudaranya.

Kepada Tasikplus ia  mengaku, baginya wayang adalah sarana untuk merekatkan kerukunan masyarakat. Saat pentas, Serda Yuyu selalu menyisipkan pengetahuan wawasan kebangsaan kepada masyarakat di samping bercerita tentang dunia wayang pada umumnya.

"Tugas saya di satuan dituntut harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Jadi, mendalang juga sekaligus bisa dekat dengan masyarakat. Saya bisa menyisipkan pesan untuk menjaga ketertiban, keamanan lingkungan, wawasan nusantara, dan sebagainya," akunya.

Keunikan wayang yang biasa dimainkan Serda Yuyu ada pada memodifikasi tokoh-tokoh wayang yang menyerupai anggota TNI. Dia sebut wayangnya dengan wayang loreng. Kostum yang dikenakan Cepot Dewala, Semar, Gareng dan tokoh lainnya juga dibuat mirip seragam tentara berwarna hijau.

Adapun pakaian yang dikenakan Serda Yuyu saat pentas yakni pakaian adat Jawa Barat dengan motif lorang hijau lengkap dengan blangkonnya.

Hingga kini, Serda Yuyu Yunus telah memiliki 1.170  wayang golek lengkap dengan alat musiknya yang ia simpan di rumahnya di Dusun Pamoyanan, Desa Karangmukti, Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya.

Sementara itu, Komandan Koramil Salawu,  Kapt. Infantri Czi Dodi  Antara, mengaku bangga dengan salah satu anggotanya yang konsisten melestarikan seni budaya bangsa di tengah gencarnya pengaruh budaya asing. (ter)


Suka dengan artikel ini?, silahkan begikan dan tinggalkan komentar terbaik anda:
Daftarkan informasi pemberitahuan ke email anda untuk berlangganan berita kami
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account