Ilustrasi Al Qur;an

Keutamaan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh yang dimulai dari aamanar-rosuulu, sabda Rosululloh SAW, Surat Al-Baqoroh ditutup dengan dua ayat yang keduanya diturunkan padaku dari sumbernya yang terdapat di bawah Arsy.

Ilustrasi tasbih.*

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali) setelah dibangkitkan. (QS. Al Mulk:15)

Ilustrasi diam.*

Berbicara amatlah mudah. Hanya menggerakkan lidah, tanpa harus mengeluarkan tenaga ataupun biaya. Tapi satu ucapan dampaknya bisa amatlah luar biasa, baik ke sesuatu yang buruk, atau menuai kebaikan.

Kepala Satpol PP Kota Banjar, Yayan Hardiaman SH MSi.*

Doa itu ibadah. Tak hanya dimohon masing-masing pribadi seseorang. Namun ada makhluk Alloh SWT yang turut mendoakan kita yakni, para Malaikat.

Ilustrasi

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS.Ali 'Imron:139)

PULUHAN mahasiswa sedang melakukan aksi demo di depan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya dan meminta semua pejabat yang ada untuk membubuhkan tanda tangan pada kain sepanjang 15 Meter.*

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan-lil'alamin). (QS. Al Anbiyaa':107)

Pilihan pertama, "Ah saya mah, sudah bisa ngasih makan anak sama istri sudah cukup. Saya tidak akan muluk-muluk". Pilihan kedua, "Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain. " Coba bandingkan dua kalimat di atas. Mana yang Anda akan pilih dan dianggap lebih baik?

Bagaimana dengan contoh kalimat yang pertama? Sebagai ciri orang-orang yang seperti ini ialah orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Ciri lain ialah orang yang cepat puas dengan hasil yang dia peroleh karena sudah mencukupi untuk diri serta keluarganya. Padahal masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan kita.

Pengemis, gelandangan, anak-anak jalanan, anak-anak yatim piatu, anak-anak berandal, dan sebagainya. Jika kita sudah cukup, kenapa kita tidak berpikir untuk mencukupi mereka?

Namun semua itu terserah Anda. Kalimat mana yang akan Anda pilih. Pemilihan kata-kata itu merupakan pencitraan pada diri Anda sendiri. Apakah Anda orang yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri atau orang yang peduli dengan sesama, yang menjalankan peran Anda sebagai seorang muslim yaitu, rahmatan-lil'alamin.

Jangan karena kita sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri, lalu kita berhenti meraih sukses yang lebih tinggi lagi. Sebab, kita ini diutus menjadi rahmatan-lil'alamiin. Bukan saja rahmat untuk diri sendiri dan keluarga.

Jika sudah sukses pun tidak ada alasan untuk tidak meraih sukses berikutnya. Apa lagi jika kita masih merasa belum sukses. AZA

Pada saat diri kita merasa didholimi atau dikhianati orang lain, kebanyakan kita langsung marah, kemudian terdorong untuk segera membalasnya, yang akhirnya berbuntut permusuhan. Padahal daripada marah-marah, justru itu sebuah kesempatan untuk berdoa yang baik-baik. Terutama do'a untuk diri sendiri.

Sulit memang! Tapi ini adalah kesempatan yang luar biasa. Karena, pada saat kita didholimi orang lain, pada waktu itulah waktu yang mustajajab (dikabul doa). Jadi, kenapa kesempatan itu tidak kita gunakan sebaik-baiknya?

Tapi juga, bukan berarti kita terus berharap untuk didholimi orang. Kecuali maksudnya, ketika kita merasa terdlolimi sebisa mungkin kita bersabar, berbuat baik, memberi maaf dan berdoa kepada Alloh Maha Pengasih. Rasululloh pernah tiap hari diludahi dari rumah bertingkat oleh seorang warga bila beliau berjalan menuju masjid. Beliau tidak membalas. Malah, akhirnya si peludah masuk Islam, dan jadi umat yang shaleh.

Contoh kisah di atas, Rosululloh tidak ada upaya balas meludahi. Beliau justru rajin mendoakan agar si peludah beserta anak keturunannya menjadi penduduk yang saleh dan terhormat. Bahkan beliau datang menjenguk ketika si peludah jatuh sakit. Beliau tidak mendoakannya agar si peludah celaka dan dihukum berat. Beliau adalah orang besar dengan berjiwa besar.

Dr. Aidh Al Qarni, pengarang La Tahzan mengatakan, perkara besar itu urusan kecil di mata orang yang berjiwa besar, dan perkara kecil itu urusan besar di mata orang yang berjiwa kerdil. Ma'afkanlah pedlolim. Jika pintu maaf terbuka lebar di dalam hati maka pintu ampunan dari Alloh Yang Maha Besar terbuka lebih besar. Hanya orang-orang sabar yang punya pintu maaf yang besar. Hanya orang besar yang tahu pentingnya sabar dan maaf. ***

Bahu membahu saat menarik jaring dari laut, model kerja para nelayan Pangandaran. Peralatan usaha tangkap ikan umumnya mereka masih menggunakan perahu kecil, terakhir mereka berharap dapat perhatian pemerintah, dapat memiliki kapal besar dalam obsesi memperbaiki kesejahteraan.*

Sebagai mahluk, manusia sudah dijelaskan posisinya dalam Alquran: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah (QS. Al Balad:4)

Susah payah adalah sudah kodrat kehidupan manusia. Pelintir barat yang kini makin populer, no free lunch (tidak ada sesuatu yang gratis). Semua perlu kerja, semua perlu usaha.

Jadi tidak ada gunanya berkeluh-kesah. Sebab, jika kita keluh kesah sudah dimulai, itu akan jadi kebiasaan. Untuk kaya memang susah. Tapi miskin juga susah. Kalau begitu mendingan milih kaya.

Maksiat bisa susah payah, untuk beribadah juga susah payah. Kalau begitu mending beribadah. Apapun yang kita lakukan, akan disertai dengan susah payah.

Jika susah payah selalu menyertai kita, pilihan terbaik ialah menjalani hidup yang baik. Tidak ada alasan untuk tidak berkarya, memberikan kontribusi, berdakwah, berjihad. Tidak ada alasan untuk tidak meraih sukses yang besar.

Orang yang tidak mau susah payah, sebenarnya hanya tidak mau berpindah bentuk susah payahnya. Untuk berjuang pun perlu susah payah, oleh karena itu lebih baik berjuang.

Apakah sama orang yang susah untuk mengejar kesenangan dunia dengan orang yang susah payah mengejar kesenangan akhirat? Apakah sama orang yang susah payah mengejar harta untuk diri sendiri dengan yang hendak jihad? Apakah sama susah payah untuk mempertahankan kemalasan dengan susah payah untuk berkarya? Susah payahnya sama. Tapi hasilnya beda.

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account