Puluhan anak yatim asal satu yayasan, jadi salah satu sasaran peduli berbagi mahasiswa Sendratasik yang menghelat even Festival Serambi-V/2021

Di perjalanan pengujung Ramadan mendekati Idul Fitri 1442 H, sekalangan mahasiswa asal prodi Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik) Umtas, menghelat acara baksos. Kegiatannya dikonsentrasikan di HZ Foodsta, Jl. HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5). Mereka labeli kegiatan, Festival Serambi (Sendratasik Ramadan Berbagi Peduli)-V Tahun 2021.

Tampak kompak, serempak, mereka mengawal acara. Di area kafe yang lapang itu, kemudian tergelar empat ajang yang sudah diagenda. Melibatkan peserta eksternal atau umum, yakni memberi santunan pada anak-anak yatim, lomba nyanyi solo religi, nasyid, dan lomba membuat kaligrafi.

Sejak pagi para peserta even berdatangan. Seperti dilaporkan pada acara, untuk pemberian santunan dialokasikan pada sekitar 25 anak yatim dari satu yayasan. Sedangkan pada tiga lomba yang rata-rata diikuti puluhan peserta se-Priatim, diproyeksikan bagi kalangan muda berusia 15 – 25 tahun.

“Kita isi Ramadan dengan kegiatan bermanfaat. Melibatkan mereka dengan kepesertaan umum. Semoga menambah khidmat ibadah puasa kita dalam spirit untuk berbagi dan peduli,” ujar Ketua Purnawa Sendratasik Umtas, Rega Andrea Mahendra, di tempat acara, didampingi ketua pelaksana, Ipan Muttaqin, dan seorang panitia, Rizvi Ayazi.

Motivasi acara, seperti Rega singgung, merefleksikan kegiatan peduli sosial, mengisi gema Ramadan. Kepada anak-anak yatim diberikan peralatan sekolah dan uang jajan. Selebihnya dengan tiga rangkaian lomba antara lain dimaksudkan memasilitasi mereka yang memiliki minat bakat, pembinaan, sekaligus uji kemampuan.

Yang tak dielak Rega dan Ipan, penyelenggaraan even sebagaimana pelaksanaan kegiatan yang sudah rutin gelar di lingkungan hima (himpunan mahasiswa)nya, di Sendratasik Umtas, dan kini merupakan tahun kelima. Adapun beragam kebutuhan sarana hingga anggaran, hasil patungan mereka, donasi, plus mengamen beberapa hari sebelumnya.

Terselenggaranya kegiatan, sempat mereka cukup syukuri. Pasalnya sempat dihadapkan kegamangan seiring masih berlangsungnya pandemi Covid-19. Opsi gelar hingga pada wacana daring. Namun kemudian, kekhawatiran serta tantangan itu dapat dilewati, sampai mendapat izin dari Satgas Covid. Berbagai hal yang mesti dipersiapkan, dapat terpenuhi. gus


 

Merespon laporan, petugas Satpol PP merazia hotel, kemudian mendapati beberapa ABG di dalamnya

Operasi Pekat (penyakit masyarakat) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, Senin malam lalu, akhirnya menciduk beberapa anak baru gede (ABG) ngamar di hotel. Penyergapan mereka juga tengah asyik minum miras ramai-ramai.

Kepada awak media, Kasi Trantibum Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi A Sugih membenarkan, kegiatan operasinya yang merespons laporan. “Kita lakukan operasi setelah ada yang melaporkan itu pada kita,” ujarnya.

Keterangan ia lagi, sebanyak enam akhirnya diamankan, saat ngamar dan asyik pesta minuman keras (miras). Selain mengamankan enam ABG, pihaknya menemukan dua botol arak dan setengah poci miras jenis Ciu.

“Pesta miras itu dilakukan keenam ABG di salah satu hotel kelas melati Kota Tasikmalaya”, sebutnya, Selasa (4/5) siang, seraya menambahkan, ada beberapa hotel kelas melati yang diduga suka dijadikan lokasi ngamar pasangan bukan muhrim.

Memasuki bulan Ramadan jadi perhatian tersendiri satuan polisi ini mencegah tindakan pekat. Halnya para ABG itu yang kemudian terciduk, berulah di bulan puasa.

Saat operasinya Senin malam lalu, bergerak dimulai pukul 01.30 WIB. Setelah diamankan terus dilakukan pemeriksaan atau dibuat BAP-nya, dengan diberikan pembinaan agar tak kembali mengulang perbuatannya.

Kegiatan operasi atau tindakan, di samping merespons laporan masyarakat, ada kalanya juga hasil memantau timnya di aplikasi-aplikasi sosmed.

Efek razia, diharap pihaknya dapat menekan intensitas pelaku tindak pekat. Tindakan yang dilakukan, sebutnya, mudah-mudahan membuat pelaku maksiat insyaf, dan tak mengulangi lagi kegiatan pekatnya.

Terlebih lagi dari itu, berlangsungnya suasana Ramadan daerah yang kondusif atau tenang. Tak menimbulkan potensi-potensi yang dapat memancing reaksi pihak lainnya yang merasa terganggu. red


 

Satu potret kegiatan mahasiswa Akpar Siliwangi Tasikmalaya, tetap fokus jalankan praktik akademik di tengah pandemi covid-19
Lebih setahun ini, model pembelajaran dunia pendidikan berubah. Tak lagi akrab dengan berkumpul di ruang kelas, pembelajaran tatap muka (PTM). Melainkan ke pola jarak jauh. Mengandalkan basis gawai, daring (dalam jaringan). Masing-masing menempatkan gadget jadi andalan sarananya.

Pengalihan dalam keterdesakan itu perlahan berjalan. Hingga mulai dianggap biasa. Namun hal itu lain dengan kondisi kebutuhan di lembaga pendidikan kejuruan atau vokasional, dengan proporsi kegiatan praktik pembelajaran yang tinggi. Hanya fokus dengan model daring bisa mengabaikan urgensi penguatan tempa kejuruannya.

“Memahami urgensi kebutuhan kegiatan praktik akademik ini bagi mahasiswa, sejak awal kita berusaha memikirkan/mengupayakan, hingga kemudian intensitasnya terlaksana. Pembelajaran praktik mahasiswa rasanya terpenuhi sebagaimana proporsi kurikulum,” ujar Direktur Akademi Pariwisata (Akpar) SIliwangi, Hj Tuti Iriani.

Dalam penilaiannya, pelaksanaan kegiatan praktik mahasiswa penting. Sebab, di situ jadi sesi penguatan transfer keterampilan bagi peserta akademik. Penyampaian materi bersifat teori, sebut Tuti, bisa lancar-lancar saja dengan pendekatan daring. Namun, pembelajaran praktik mesti di lokasi/tempatnya, dengan instrukturnya melibatkan stakeholders.

Porsi penyampaian kegiatan akademik, teori (di ruang kelas) dengan praktik, 40% (teori) : 60% (pembelajaran praktik). Sepanjang berlangsung kegiatan praktik mahasiswa, jadi atensi pihaknya di masa pandemi covid-19, menerapkan protokol kesehatan. Berusaha membuat jarak, menjaga kebersihan, mengenakan masker.

Yang tak kalah membuatnya bersyukur lagi, sejauh ini mitra-mitra kerja kampunya dari kalangan industri cukup kooperatif, atensif, dan mendukung atas apa yang menjadi kebutuhan akademik di kampusnya. Sempat ada juga pertimbangan-pertimbangan gelar mahasiswa praktik di pihak kalangan industri.

“Tapi kemudian mereka (kalangan pengelola industri) memersilakan mahasiswa menjalankan praktik dengan kesepakatan mematuhi protokol kesehatan (prokes), agar semuanya baik-baik saja. Tak membawa madarat. Alhamdulillah, sejauh ini kita ada jalinan kerja sama yang baik dengan beberapa stakeholders”, akunya.

Kalangan mitra kerjanya merupakan penyerap tenaga kerja asal Akpar Siliwangi, terlebih kalangan industri perhotelan hingga ke luar pulau Jawa. Berkampus di Jl Peta, betulan Gunungroay, Kota Tasikmalaya, Akpar Siliwangi mengelola prodi D3 Perhotelan, berdiri dalam naungan Yayasan Universitas Siliwangi.

Yang terungkap lainnya, sepanjang kondisi pandemi sampai sekarang, kelancaran pembelajaran mahasiswa akpar ini cukup tertunjang dengan sokongan beberapa bantuan kegiatan, mulai asal kampusnya hingga dari pemerintah, seperti berupa alokasi pengadaan paket data, bantuan UKT (uang kuliah tunggal) untuk kelompok terdampak pandemi covid, sampai pembayaran keuangan lain yang dipersilakan dicicil. gus

Di tengah kabar yang seperti terdengar menurun. Dalam kenyataan wilayah Kota Tasikmalaya, belakangan ini masih menunjukkan tren serangan pandemi covi-19, kembali merangsek naik. Hal itu sebagaimana pemerintah Provinsi Jabar yang kembali menyatakan, Kota Tasikmalaya dalam status zona merah pandemi covid-19.

Pejabat di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, membenarkan ada kenaikan status daerah dalam beberapa hari yang akhirnya dinyatakan zona merah, itu dinyatakan oleh pemprov Jabar, dengan penambahan jumlah penderita per hari rata-rata 20 kasus.

“Tentu kita sikapi atau respons putusan itu. Hari ini kita rapatkan atas edaran putusan pemprov sekaitan zonasi ini,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (3P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, Selasa (4/5).

Yang jadi penekanan, sebut Asep, jangan ada keterlenaan atau kelengahan.

Pihaknya akan kembali memacu sosialisasi cegah merebaknya covid-19. "Kita memang masuk ke zona merah lagi. Jangan ada keterlenaan. Kita akan buat surat edaran lagi. Mengembalikan aturan-aturan (pembatasan) itu," ujarnya.

Pengakuan pejabat ini lagi, pihaknya tak bisa menentukan sementara ini apa yang jadi penyebabnya. "Kita tak bisa menentukan penyebab Kota Tasikmalaya jadi zona merah lagi. Karena perkembangan covid ini diawasi langsung dari pusat," jelasnya.

Tentu perhatian, dengan antisipasi sekaitan jelang tibanya momentum hari raya Lebaran. Pihaknya akan berusaha mengingatkan berbagai pihak jangan lengah atau terlena, sekalipun sudah dipersiapkan penyekatan daerah.

"Jangan sampai terlena, sehingga terjadi ledakan kasus. Disiplin prokes, kan yang datang ke Kota Tasikmalaya bukan orang Tasik saja. Namun juga dari daerah sekitarnya," bebernya. Yang ditambahkan Asep, dinasnya telah berkoordinasi dengan Disperindag dalam rangka melakukan pengetatan prokes di pusat perbelanjaan.

"Akan melakukan pengetatan pengawasan di pusat-pusat perbelanjaan. Sebab, Kota Tasikmalaya memang menjadi magnet enomoni daerah sekitarnya," pungkasnya. red 

Kampus Polbim sementara yang dipersiapkan di kompleks Ruko Mayasari Plaza, Jl Pasarwetan, Kota Tasikmalaya
Memasuki awal tahun akademik 2021/2022 ini, satu lembaga pendidikan tinggi vokasi beroperasi di Tasikmalaya. Siap menerima dan menempa kompetensi kalangan generasi muda, terlebih penduduk di Priangan Timur. Tepatnya di Politeknik Bisnis Mayasari (Polbim), berkampus di Kota Tasikmalaya.

Menempati kampus di awal beroperasi ini di Jl Pasarwetan, kompleks Ruko Mayasari Plaza, Kota Tasikmalaya, dan pengembangan kampusnya sudah dipersiapkan di wilayah Kec.Tamansari, Kota Tasikmalaya, Polbim mengantongi izin operasi dari kementerian pada Desember 2020, besutan Yayasan Mayasari Bakti Utama.

Dalam satu obrolan bersama pengelola Polbim, H Beben Bahren SE MS, disebutkannya dengan beberapa perhitungan atau pertimbangan, akhirnya PT Mayasari Grup menghadirkan lembaga pendidikan politeknik ini. Ia siratkan untuk cukup fokus melahirkan sumber-sumber daya manusia terampil, inovatif, kreatif.

“Kita perhitungkan kampus ini untuk menghasilkan lulusan bermental entrepreneur atau entrepreneurship (berjiwa wirausaha), dengan proses pembelajaran didukung sarana prasarana memadai, tenaga pengajar berkeahlian sesuai matakuliah, hingga peluang penyaluran atau penyerapan lulusan di lingkup bisnis Mayasari Grup.

Polbim membuka prodi-prodi dengan lulusan sarjana terapan (S.Tr) dalam lapangan kerja terbuka kekinian, terdiri prodi Bisnis Digital (BD), prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW), dan prodi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah. Tak kalah pertimbangan pendirian prodi atas keberadaan basis-basis bisnis di Mayasari Grup.

Beasiswa Mayasari Foundation

Menyertai operasional polteknik ini, lembaga Mayasari Foundation siap membantu berikan beasiswa bagi mahasiswa baru tahun ini. Bahkan sejak sekarang, khusus bagi mereka asal keluarga pegawai di Mayasari Grup, berlaku pengurangan SPP 10%. Lalu, untuk lulusan terbaik, mendapat prioritas diterima dalam seleksi-seleksi penerimaan pegawai di lingkup Mayasari Grup.

Korporasi besar dengan owner asal Kota Tasikmalaya ini, cukup populer dengan pengelolaan perusahaan otobis (PO)-nya di DKI Jakarta. Di luar itu, cukup punya visi pergerakan lain lembaga ke bidang sosial, pendirian rumah sakit, keagamaan, kemudian dunia pendidikan yang sudah jalan sejak jenjang PAUD, SLTA, hingga perguruan tinggi.

Amanah keluarga owner

Beben sempat menambahkan, hal yang melatarbelakangi saat ini membuka Polbim antara lain, sebagai refleksi dari amanah keluarga pendiri, terutama isteri owners (pemilik) Mayasari Grup, Hj Siti Muniroh, untuk membuka jenjang pendidikan tinggi, termasuk kelak memiliki Fakultas Kedokteran.

“Konsep buka kami sebenarnya ke universitas. Namun, saat ini dalam kenyataan pemerintah tengah melakukan moratorium pendidikan tinggi, dan yang diarahkan berupa politteknik. Makanya, kami pilih ini. Mudah-mudahan ke depannya, jenjang universitas bisa kami hadirkan,” beber akademisi yang purnabakti dekan FE Universitas Siliwangi sekitar setahun lalu itu.

Hal lain yang melatarbelakangi pendirian Polbim, imbuh Beben, sudah jadi konsumsi umum belakangan ini ada kenyataan merebaknya jumlah lulusan jenjang pendidikan SMK yang kurang tersalurkan ke jenjang pendidikan tinggi, serta lapangan kerja. Di sisi lain, khusus di Mayasari Grup ada korelasinya dengan temuan-temuan dan kebutuhan nyata akan sumber daya terampil, kreatif, inovatif, sarat ide memulai bisnis. Di tahun pertama operasionalnya, Polbim siap menerima 90 orang mahasiswa baru. gus 

 

Beberapa titik kerusakan tampak di ruas jalan Tasik-Banjar. Pejabat di instansi terkait menjanjikan pada H-7 Lebaran tahun ini, kerusakan itu tertutupi kegiatan pemeliharaan jalan.

Dalam hitungan beberapa hari ini, masyarakat Tanah Air akan merayakan tibanya Idul Fitri selepas bulan suci Ramadan 1442 H/2021. Seperti biasanya, memasuki masa liburan hari raya Idul Fitri ada peningkatan aktivitas masyarakat.

Untuk warga yang akan melewati ruas jalan Tasikmalaya-Banjar, Jabar, menuju wilayah Jateng atau kawasan wisata Pangandaran, menggunakan alternatif wilayah Cimaragas, Kab.Ciamis, dijanjikan pejabat instansi terkait, dalam kondisi baik.

Berkondisi baik, jalan bina provinsi ruas Tasik-Manojaya-Cimaragas hingga perbatasan dengan Kota Banjar. Dinyatakan siap dilalui pemudik pada liburan idul fitri tahun ini. Ada kerusakan jalan akan diperbaiki sampai target H-7 Idul Fitri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (KSPPJJ) Wil.3 pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V, Yudi Ahmad ST saat ditanya pada Rabu (28/4/2021).

Dia menambahkan, tengah mengonsentrasikan perbaikan-perbaikan jalan yang bolong dengan pemeliharaan di beberapa lokasi ruas jalan ini. Sejak beberapa hari terakhir dilancarkan, mulai wilayah Tasik, Panaekan/Goler, Cimaragas hingga batas Banjar. Kejarannya sebelum tiba Idul Fitri sudah mulus.

“Intinya, pada H-7 Lebaran 1442 ini target penanganan pemeliharaan jalan beres. Dengan demikian pengguna jalan bisa melintas dengan aman dan nyaman kelak”, harap Yudi.

Saat ditanya kaitan kondisi jalan rusak terdampak pembangunan bendung Leuwikeris, Kec.Cineam, Yudi mengatakan, penanganan kerusakan di titik itu sudah ada kesepakatan dengan pihak penyedia jasa pembangunan bendung Leuwikeris.

Kesepakatannya, pihak penyedia jasa pembangunan bendung Leuwikeris akan memperbaiki kerusakan akibat pembangunan jembatan di sekitar Leuwikeris dengan target tuntas sebelum lebaran. red

 

Petugas melancarkan patroli, memasuki keramaian dadakan pada jelang adzan Magrib, untuk mengingatkan warga tetap cegah penyebaran corona.

Dalam beberapa hari ini, ada aktivitas lebih masyarakat dari biasanya. Terutama potret menjelang adzan Magrib di bulan Ramadan, banyak konsentrasi warga mengerumun di lokasi-lokasi keramaian tertentu.

Saat sore hari itu bersamaan waktu yang ditunggu tibanya berbuka puasa. Entah siapa memulai di banyak lokasi strategis di Kota Tasik, jadi pusat penjualan makanan ringan, lauk nasi, hingga makanan pembuka (takjil) yang spontan digeromboli warga.

Lokasi-lokasi keramaian baru ini biasanya hening lagi di bulan Syawal atau selepas Ramadan mendatang. Titik-titik yang dipilih, mulai dari pinggiran jalan yang lapang, sekitar persimpangan, samping pusat perbelanjaan, pusat kota kecamatan, dll.

Tak mau lalai area konsentrasi massa membawa masalah. Aparat kepolisian di Polsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota, berusaha membaur. Mengingatkan warga memerhatikan jarak, memakai masker, memerhatikan proktokol kesehatan, agar aktivitas ngabuburit itu tak menimbulkan dampak di tengah pandemi Covid-19.

Yang jadi perhatian aparat kepolisian ini halnya, di seputaran Alun-alun Indihiang, persimpangan jalan Parhon, kawasan Cigeurung, Sanyuran, dan ruas jalan Mangin. Di lokasi-lokasi itu, cukup dipadati masyarakat sehari-harinya yang akan mencari menu buka puasa  hingga sekadar ngabuburit.

Dalam giat patrolinya, seperti pada Kamis (29/4), petugas meminta masyarakat memerhatikan potensi yang dapat terkena virus corona atau diingatkan selalu dalam sikap melakukan pencegahan penyebaran COVID-19, perhatikan 5 M.

Kapolsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Didik Rohim Hadi, dalam keterangan, pihaknya tak melarang masyarakat untuk berjualan dan berbelanja keperluan untuk berbuka puasa. Namun ia hanya menekankan agar tak berkerumun dalam situasi wabah corona saat ini.

“Kita mengimbau kepada masyarakat supaya tetap jaga jarak, tetap melakukan pencegahan, tidak bergerombol di tempat umum, pakai masker. Beli makan silakan, tapi langsung pulang,” pintanya Kamis sore itu. Giat patrolinya bersama jajaran dilakukan setiap hari. red

 

Beberapa hari ini di ruas jalan nasional sejumlah titik tengah dilakukan pelebaran bahu jalan, guna mendukung kelancaran mobilitas kendaraan yang meningkat.

Mendukung kelancaran mobilitas kendaraan yang makin meningkat. Dalam beberapa hari ini, di sejumlah ruas jalan nasional, dilakukan pekerjaan pelebaran bahu jalan. Pengerjaan jalan seperti tampak di ruas antara Bandung - Kab.Ciamis, Jabar. 

Di wilayah Bandung, sejak betulan Nagreg. Pelaksanaan pelebaran jalan di beberapa titik lokasi. Dikawal Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wil.4, Provinsi Jawa Barat, Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR.

Dari informasi yang diperoleh, pelebaran bahu jalan dilakukan guna memperlancar arus lalu lintas kendaraan tiper-tipe besar seperti, bus pariwisata yang kian padat dan biasa melewati jalur ini menuju kawasan pantai Pangandaran.

Yang tak kalah penting lagi, seperti keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 4, Ilham Khalifa ST MT, pelebaran di ruas Nagreg - Ciamis ini sebagaimana telah menjadi jalur infrastruktur distribusi barang antar-daerah provinsi, Jabar-Jateng.

“Untuk itu, pemerintah pusat melalui Satker PJN 4 Provinsi Jawa Barat/PPK 4 tiada henti berupaya memperlebar ruas-ruas jalan yang dinilai sempit, guna meningkatkan koneksivitas”, akunya, Selasa (27/4) lalu.

Pengerjaan pelebaran bahu jalan, disebutkan Ilham, lebih terkonsentrasi di sejumlah titik terutama pada tikungan tajam menyempit dan daerah padat penduduk yang biasa menyulitkan kendaraan besar saat berpapasan.

Pekerjaan pelebaran yang berkelanjutan ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh setelah memperlancar lalu lintas distribusi barang serta meningkatkan koneksivitas. Pengerjaan pelebaran melibatkan pihak rekanan kontraktor. gus

 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Jumat (30/4), mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung. (IST/rls-IPKB)

Dua lembaga didorong Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, menjalin sinergi intens. Tekanannya, untuk sama-sama fokus menghadapi, menangani, atau menyelesaikan permasalahan kependudukan di Jawa Barat.

Yang tak kalah diingatkan Kang Emil, demikian sapaan akrab gubernur, angka kelahiran penduduk Jabar yang masih tinggi. Berpotensi menimbulkan persoalan-persoalan sosial, lantaran over populasi.

Demikian dikemukakan gubernur di acara pengukuhan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar, Wahidin. Berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4/21)

Saat menegaskan posisi institusi, ucap Emil, secara kewilayahan, BKKBN Jabar berada dalam koordinasi Pemprov Jabar. Karena itu, ia mendorong BKKBN Jabar berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, untuk menyelesaikan permasalahan kependudukan dan keluarga berencana di Jabar.

Jangan terbiasa dengan sekadar seremoni. Terus tanpa debut. Malah gubernur mengingatkan ajakan kerja ngebut. "Mohon untuk gaspol saja, karena ini cuma seremoni, langsung ngabret saja apa yang tadi saya titipkan," jelasnya.

Yang terus disoroti gubernur, saat ini angka kelahiran di Jabar masih tinggi, yaitu 2,5%. Sementara jumlah penduduk Jabar juga tertinggi di Indonesia. Situasi tersebut berpotensi over populasi.

Ledakan penduduk (over populasi) bisa jadi pemicu persoalan. "Penduduk Jabar persentase kelahirannya masih tinggi sekitar 2,5%, dan dalam teori perencanaan pembangunan sumber masalah itu adalah over populasi," katanya.

Dicontohkan gamblang gubernur potensi kompetisi yang mengkhawatirkan. "Pada saat mereka dewasa akan berebut sumber daya. Rebutan sekolah gratis, pekerjaan, air bersih, dll, karena hakekatnya pembangunan itu tidak bisa dihentikan, yang bisa itu dikendalikan," imbuhnya.

Proporsi jumlah penduduk dengan keterbatasan sumber daya harus menjadi perhatian BKKBN Jabar. "Jumlah manusia dengan keterbatasan sumber daya yang ada di Jabar harus memadai, maka tugas BKKBN menjadi sangat penting," ulasnya.

Gubernur sempat menyatakan optimistis, BKKBN Jabar di bawah kepemimpinan Wahidin bisa menguatkan konsep pengendalian kependudukan, termasuk meningkatkan kualitas keluarga untuk menekan angka peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Jabar.

"Kami tak ingin terdengar lagi ada KDRT termasuk kepada anak yang saat ini masih mengemuka," tuturnya. Selebihnya, Emil meminta, BKKBN Jabar membuat kampanye keluarga harmonis melalui media sosial secara intensif supaya menjadi contoh bagi masyarakat.

Tantangan tersendiri

Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Wahidin mengaku, Jabar memiliki tantangan tersendiri karena memiliki populasi terbesar. Menurutnya, total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total yang tinggi di Jabar ini menandakan wanita dalam usia subur cenderung memiliki tiga anak.

Sosok yang sebelumnya menjabar direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN ini, punya strategi dan salah satunya yang akan dilakukan BKKBN Jabar adalah mendorong pasangan usia subur menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. rls

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.