Kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, lolos dalam usulan program Detasering Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Gelombang 2 Tahun 2020. Dalam beberapa hari ini, sejumlah pakar dalam tim detaser memberikan bimbingan tenaga akademik Unper berjumlah puluhan orang.

Gagasan program detasering dikawal Direktorat Sumber Daya Dirjen Dikti Kemdikbud, berupa penugasan beberapa detaser (dosen ahli atau pakar) dari perguruan tinggi sumber (Pertisum), guna meningkatkan kompetensi atau kemampuan kampus Unper yang menjadi perguruan tinggi sasaran (Pertisas).

Berdasar laporan, ada lima orang anggota detaser yang ditugaskan menempa akademisi Unper, asal beberapa perguruan tinggi ternama di Tanah Air. Dua program bahasan inti detasering, “Mengabdi dan Berkarya melalui Pengabdian kepada Masyarakat, Webinar Series on Unper Academyc Quality Enchacement”.

Topik bahasan pengembangan program dari kegiatan bimbingan yang berlangsung secara daring itu antara lain, pengembangan dan pemuktahiran kurikulum, pelatihan pengembangan teknik pembelajaran daring, implementasi kurikulum MBKM dalam program KKN tematik. Kegiatan detasering Unper berlangsung tiga minggu, sejak Senin (16/11).

Menurut Rektor Unper Tasikmalaya, Prof H Yus Darusman, pihaknya sangat menyambut respons Kemdikbud yang mengabulkan proposal usulan program detasering yang kini diterima kampusnya. Sejumlah pakar dari beberapa perguruan tinggi membimbing kalangan akademisi Unper.

Program detasering, akunya, sangat diperlukan Unper seiring kampusnya yang berdiri masih terbilang muda, dalam lima tahun ini hadir. Tentu sangat membutuhkan sumber-sumber pengalaman dan keahlian seiring tuntutan standarisasi dan klaterisasi Dikti yang berkembang terus.

“Tuntutan standarisasi dan klaterisasi Dikti dalam berbagai bidang terus bergulir, tidak pernah mengenal usia untuk menunjukkan indikator kinerja perguruan tinggi. Karena itu, kita haus pengalaman dan keahlian untuk menggapai prestasi,” sebutnya.

Memberi sambutan di hari pertama berlangsungnya pelaksanaan bimbingan detasering, Prof Yus juga menekankan para dosennya mengikuti dan memanfaatkan program detasering secara maksimal. “Ikuti sepenuhnya. Berangkatlah dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk berprestasi,” imbuhnya. gus

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.