Untuk mengetahui kejelasan progres pekerjaan, Wali Kota H Budi Budiman (ketiga dari kanan), bersama jajaran pejabat pemkot, mendatangi lokasi jalan Lingkar Utara, Senin (23/9)

Pembangunan jalan Lingkar Utara kembali berlanjut, ada dua kegiatan dengan anggaran cukup besar yang dikerjakan tahun ini dalam waktu bersamaan yakni, pembangunan fly over (jalan layang) dan pembangunan ruas jalan lingkar utara sepanjang 650 meter. Benang jelan ini menghubungkan Jl.Letjen Mashudi ke betulan Karangresik, Kota Tasikmalaya.
Untuk mengetahui progres capaian hasil pekerjaan, Senin (23/09), Wali Kota H Budi Budiman melakukan monitoring kedua lokasi kegiatan tersebut. Turut mendampingi kepala Dinas PUPR, kepala Bidang Jalan dan Jembatan, konsultan pengawas pekerjaan pembangunan jalan, serta sejumlah pejabat lainnya.
Wali Kota H Budi Budiman ditemui di lokasi mengatakan, tahun ini ada dua paket kegiatan pembangunan di jalan Lingkar Utara yakni, tahap pertama pembangunan jembatan layang (fly over),  sampai tersambung dengan jembatan Cikalang, anggarannya sebesar Rp 16 miliar, dari total kebutuhan anggaran kurang lebih Rp 30 miliar.
Pembangunan fly over ini, semula direncanakan dalam satu tahun anggaran, karena berbenturan dengan waktu, akhirnya diputuskan dilakukan dalam dua tahap, tahun depan pembangunannya ditarget selesai. Kegiatan kedua yaitu, pembangunan ruas jalan sepanjang 650 meter, dengan anggaran Rp 14 miliar.
Pengerjaan itu menyambungkan jalan dari Purbaratu ke fly over.  Sesuai kontrak, dua kegiatan ini ditarget selesai bulan Desember ini. Kemudian, di tahun depan sudah direncanakan untuk pembangunan jembatan Ciloseh, dengan panjang sekitar 120 meter.
“Dengan demikian, kita target seluruh kegiatan pembangunan jalan Lingkar Utara selesai di tahun 2022. Guna mewujudkan target tersebut, kita sudah usulkan ke pemerintah provinsi dan pusat, agar pembangunan jalan lingkar utara dapat selesai sesuai waktu yang ditargetkan,” ujar wali kota.
Di pengujung pembicaraan, H Budi berharap dukungan masyarakat. “Kami berharap dan meminta do’a dari masyarakat Kota Tasikmalaya, agar seluruh kegiatan pembangunan yang sedang dilakukan pemkot selesai tepat waktu, agar dapat segera digunakan dan dinikmati oleh masyarakat,” katanya. pid

Mengepalkan tangan untuk menandai kesepakatan menjalankan pilkades penuh kedamaian hingga sukses, ditunjukkan para kandidat serta mereka yang telribat di acara Deklarasi Damai Pilkades Kab.Tasikmalaya

Di perjalanan menjelang pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Serentak Kab.Tasikmalaya, pada Rabu pekan kemarin, giliran para kandidat bakal calon kepala desa beserta elemen lainnya, menyepakati pelaksanaan pilkades damai. Kesepakatan disuarakan dengan satu gelar “Deklarasi Pilkades Damai”.
Pelaksanaan deklarasi itu di wil.Kecamatan Manonjaya, tepatnya Rabu (25/9). Selain para bakal calkades tampak dalam acara, jajaran panitia pilkades, unsur muspika, para kades, kalangan tokoh masyarakat/pemuka agama, di wil. Kec Manonjaya. Di kecamatan ini tercatat ada 52 bakal calon kades, dengan empat desa yang akan pilkades, terdiri Desa Manonjaya, Cilangkap, Margahayu dan Desa Gunajaya.
Dalam rangkaian acara inti, Camat Manonjaya Drs Bangbang Suryana, membacakan butir-butir isi deklarasi seperti, menyatakan menolak money politics, menolak ASN dan perangkat desa untuk kampanye, menolak kampanye di luar jadwal yang telah ditentukan panitia, dll.
/Deklarasi di Jamanis/
Di tempat lainnya, gelar deklarasi Pilkades Damai, Senin (23/9), berlangsung di wil.Kecamatan Jamanis. Di kecamatan ini nanti ada dua desa yang bakal gelar pilkades yakni, Desa Sindangaraja dan Desa Tajungmekar.
Menurut Ketua Panitia Pilkades Sindangraja, Aa Sudirman SAg M.MPd, di antara tahapan pilkades ditetapkan pendaftaran sampai tanggal 9 Oktober 2019, dan berdasarkan Perbup No 37 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pilkades Pasal 39 Ayat 2, mulai tanggal 10 Oktober dimulai kampanye.
Saat memberi sambutan, Camat Jamanis Winardi Hidayat SIP MSi berharap, dengan deklarasi pilkades menguatkan ikatan silaturahmi, tercipta senergitas, komunikasi dan koordinasi kegiatan. “Untuk kedewasaan berdemokrasi dalam pilkades, mari kita musyawarahkan jika ada permasalahan,” ajaknya.
Kedua camat juga beharap, melalui kesepakatan yang dibangun dalam deklrasi itu, pada giliran terlaksana pilkades sukses, lancar, dan tertib. Pilkades Kondusif, bermartabat. ade/dra

Wali Kota H Budi Budiman memberi ucapan selamat kepada  anggota Wantipres Prof H A Malik Fadjar, sebelum sesi pemberian materi kuliah umum di Umtas, Kamis (19/9)


Untuk ke sekian kali. Wali Kota H Budi Budiman, mengemukakan harapannya, Kota Tasikmalaya yang makin refresentatif dengan layanan dunia pendidikan bagi masyarakat, pada giliran kelak memiliki fakultas kedokteran.
Berulang di acara di kampus tertentu H Budi menyampaikan itu, dan terakhir ini ia lontarkan di kampus Umtas. Mendorong kampus binaan peryarikatan Muhammadiyah ini, membuka fakultas kedokteran. Keinginan itu ia sampaikan saat ke Umtas ada kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) Prof H A Malik Fadjar, Kamis (19/9).
Diungkapkan H Budi, di Kota Tasikmalaya sekarang terbilang makin lengkap pilihan bagi masyarakat untuk melanjutkan studi khususnya di jenjang perguruan tinggi. Bukan yang tampak besar saja, tapi hingga terdapat beberapa kampus PTN (perguruan tinggi).
Selain Unsil, ada Sekolah Tinggi Kesehatan, lalu UPI. Kampus swasta yang baru selain Umtas, ada Unper, dll. Banyak peserta akademik dari luar daerah berdatangan. Ia meyakini kelak Kota Tasikmalaya, jadi kota pendidikan. Kemudian, harapan lainnya, banyaknya kampus dapat mengontribusi niai kesejahteraan masyarakat.
“Ada yang selalu sampaikan ke mana-mana. Kalau selama ini di Umtas sudah ada tiga fakultas yakni, Pendidikan, Kesehatan dan Teknik. Saya dorong di sini segera hadir fakultas kedokteran,” ujar H Budi dengan nada mengusulkan itu kepada Prof Malik Fadjar.
Menurut H Budi, dirinya percaya dengan kesungguhan pengelolaan Muhammadiyah. “Kami percaya dengan perguruan tinggi yang didirikan oleh Muhammadiyah. Karena di Muhammadiyah sudah banyak perguruan tinggi, dan teruji.  Saya dorong profesor, mudah-mudahan di sini segera hadir fakultas kedokteran di Umtas,” jelasnya.
Ini sangat penting. Kalau lulusan di sini (Muhammadiyah) dari mulai SMK, kebidanan, keperawatan, gizi banyak, poltekes, termasuk jurusan kesehatan banyak sekali.  Tinggal di step berikutnya, kata wali kota, ada fakultas kedokteran.
Masih menurut H Budi, memadainya penyelenggaraan pendidikan, menjadi hal yang sangat penting. Dan, perlu kami sampaikan pak profesor bahwa Kota Tasikmalaya, hari ini di indeks pembangunan manusia, dan ini yang menjadi raport atau tolak ukur Tasikmalaya, adalah setelah kita bergerak, naik sudah di angka 72,03 poinnya,” aku wali kota.
Kalau di capain indeks kesehatan cukup tinggi, tapi indeks pendidikan masih perlu support. “Jadi, saya mohon memertimbangkan ini kepada bapak yang juga selaku pengurus di Muhammadiyah pusat, bagi Tasikmalaya. Kalau ada perguruan tinggi membuka fakultas kedokteran, insya Alloh akan memberikan kontribusi yang sangat besar sekali,” pungkasnya.
Pada giliran Prof Malik Fadjar memberi sambutan, tak begitu signifikan di forum terbuka mengemukakan tanggapan permohonan buka fakultas kedokteran. Kecuali distir perlunya persiapan dan menghadirkan prasyarat untuk membuka fakultas kedokteran.
Kunjungan anggota wantimpres, mantan mendikbud dan menag yang juga tokoh Muhammadiyah itu ke kampus Umtas, mengisi kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa baru Umtas angkatan TA 2019/2020. gus

Merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019, para pegawai kantor ATR/BPN Kota Tasikmalaya, mereka isi antara lain dengan melakukan aksi donor darah

Jajaran aparat kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pada Selasa (24/9), merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019. Perayaan dengan berbagai kegiatan.
Di lingkup kantor ATR/BPN Kab.Tasikmalaya, peringatan diawali satu upacara. Bupati H Ade Sugianto, menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019 yang berlangsung di alaman kantor ATR/BPN Kab.Tasikmalaya.
Bupati membacakan sambutan Menteri ATR /Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Sofyan A. Djalil, yang bertem “Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menuju Penataan Ruang dan Pelayanan Pertanahan yang Berkepastian Hukum”.
Di pengujung acara, bupati menyerahkan tanda jasa Satyalencana dan memberikan bantuan kendaraan dinas dari pemkab Tasikmalaya. Dilanjutkan penyerahan beberapa sertifikat oleh kepala ATR/BPN meliputi Sertifikat Asset Pemerintah Kabupaten, Sertifikat Wakaf, Sertifikat PTSL, dan Sertifikat Redistribusi tanah kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, serta bakti sosial donor darah untuk masyarakat umum.
Sementara itu, kegiatan serupa tampak berlangsung di lingkungan kantor ATR/BPN Kota Tasikmalaya, di antaranya dengan gelar aksi donor darah. Diikuti para pegawai. Melibatkan tenaga medis atau petugas dari UTD PMI Kota Tasikmalaya.
Sejak pagi selepas apel, puluhan pegawai melentang pada satu tempat yang dipersiapkan petugas donor. “Kegiatan donor darah kita laksanaka rutin mengisi ajang peringatan seperti ini sejak lama,” ucap H Dadang Zaenudin SH, kasubsi Pemeliharaan Data dan PPAT Kantor ATR/BPN Kota Tasikmalaya, saat ditanya.gus/rls

Unjuk rasa massa di Kota Tasik, yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Tasikmalaya Peduli Generasi, Jumat (27/9), menyuarakan menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)

Cukup menyita perhatian. Aksi massa melakukan unjuk rasa, menyuarakan tuntutan seputar produk hukum, dalam beberapa hari lewat, merebak. Ujung unjuk rasa menuju gedung legislatif. Ramainya demo massa berawal menyoal RKUHP dan revisi UU KPK di Jakarta.
Tak kalah menyentak dengan rangkaian pengujung demo massa, dengan aksi kekerasan dan pembubaran paksa. Tak hanya di Jakarta tapi sampai daerah-daerah, didapati mereka yang jadi korban kekerasan.
Kalau yang awal menyeruak, sorotan aksi unjuk rasa meminta dibatalkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menjadi Undang-undang. Pundengan penolakan revisi UU KPK. DI daerah suara massa melebar ke hal lainnya.
Seperti aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (27/9) siang, mereka suarakan menolak sejumlah RUU. Tapi tak kalah tuntutan lebih fokus menunut pembatalan disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).
Ratusan mahasiswa dan  pelajar mengatasnamakan Aliansi Gerakan Tasikmalaya Peduli Generasi (AGTPG), mendatangi gedung Dewan di Jalan RE Martadinata, setelah solat Jumat. Mereka langsung menggelar aksi.
Jajaran Polres Tasikmalaya, sejak sebelum solat Jumat sudah siaga. Termasuk menyiapkan unit water canon di kompleks gedung Dewan. Sekaitan aksi massa ini, Jalan RE Martadinata terpaksa ditutup dan kendaraan dialihkan ke jalan alternatif.
Dalam orasinya mahasiswa menyebut RUU PKS berbahaya bagi tatanan kehidupan kaum perempuan. Karena terkesan tak mengindahkan aturan agama serta norma masyarakat. Tetapi lebih mengedepankan hak pribadi serta tatanan amoral suka sama suka.
"RUU PKS ini dibuat bukan karena baik atau buruknya secara aturan agama maupun norma, tapi lebih ke hak pribadi msing-masing. Jadi kalau memang suka sama suka tak dijerat. Padahal jelas itu perbuatan dosa," kata Irfan, salah seorang mahasiswa.
Aksi yang berlangsung tertib ini kemudian dilanjutkan dengan audiensi perwakilan mahasiswa dengan pimpinan Dewan di ruang Bamus. Menanggapi tuntutan mahasiswa, pihak Dewan siap menyalurkan kembali aspirasi mahasiswa ke DPR RI.
Ketua DPRD Kota Tasikmlaya sementara, Aslim, kemudian menemui pengunjuk rasa dan naik mobil tempat orasi. Dia menyatakan ikut menolak RUU PKS dan berjanji akan menyampaikannya ke DPR RI. "Kami sepakat dan siap menyalurkan aspirasi ini ke DPR," ujarnya.
Sebelum aksi berakhir seluruh hadirin termasuk aparat kepolisian duduk bersama di jalan aspal menundukkan kepala untuk berdoa. fir



Memberikan keterampilan tentang biokenversi sampah organik oleh dosen Unsil, tak saja dengan pendekatan paparan teori tapi mereka bimbing juga dengan langsung praktik.

Sejumlah warga mengikuti kegiatan pemanfaatan sampah organik. Dibuatkan produk bernilai, sekaligus memasilitasi peluang kerja bagi mereka. Melalui satu rangkaian pelatihan, kegiatan tersebut dilancarkan tim dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unsil, di wilayah Kab.Ciamis. Menjabarkan program pengabdian pada masyarakat (PPM). Memberi pelatihan biokonversi sampah organik menjadi sumber protein untuk pakan ternak dan pakan ikan.
Dari keterangan yang diperoleh, proses biokonversi sampah organik menjadi sumber protein, merupakan tema teknologi yang hendak ditularkan kepada warga masyarakat, khususnya para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Al Hilal, Kelurahan Kertasari, Kec. Ciamis.  Proses biokonversi ini berbasis budidaya hermetia illucent atau lalat BSF (black soldier fly) menghasilkan larva yang dapat digunakan untuk pakan ternak dan pakan ikan.
“Dengan keterampilan budidaya BSF ini, diharapkan warga dapat mereduksi volume sampah organik yang mengalir ke TPA, menghasilkan larva BSF yang dapat digunakan untuk pakan, mendapat tambahan penghasilan, karena larva BSF laku dijual sebagai pakan,” ujar Suyudi SP MP, koordinator pelaksana lapangan biokonversi sampah organik, dalam satu keterangan
Selain memahami proses olah/pemanfaatan sampah, harapan lainnya, menciptakan peluang usaha bagi masyarakat, karena dapat dikerjakan oleh kebanyakan orang. Tidak harus dilakukan semata oleh orang terdidik. “Dan, lalat BSF ini bukan vektor penyakit, sehingga aman untuk dibudidayakan,” jelas Suyudi.
Kegiatan pelatihan budidaya lalat BSF mendapat respons positif dari warga masyarakat, terutama petani ikan dan ayam bukan ras. Pelatihan yang dilaksanakan di Kampung Bolenglang itu, tidak hanya diikuti oleh warga setempat, namun juga diikuti oleh warga asal kecamatan lain. Program bimbingan, dimulai sejak Juli 2019.
Ketua tim pelaksana PPM, Hendar Nuryaman SP MP menambahkan, kegiatan pengabdian kepada  masyarakat ini dilakukan selama delapan bulan. Selain memberi pemahaman dengan pendekatan ceramah dan diskusi, guna memaksimalkan pemberian materi ditambah pula kegiatan bagi peserta dengan malakukan praktik biokonversi sampah organik ini.
Selebihnya, Hendar menerangkan bahwa kegiatannya memenuhi tuntutan kewajiban bagi kalangan dosen. “PPM dibiayai oleh DRPM Kemenristekdikti, merupakan wujud pengabdian wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen. Sebagaimana diketahui bahwa seorang dosen wajib melaksanakan pengabdian di samping pengajaran dan penelitian,” imbuhnya.
Sementara itu, H Tito Ahmad Setra, salah seorang anggota DPRD Kab. Ciamis yang turut mengikuti acara penyuluhan tersebut, menyambut baik dilaksanakannya penyuluhan oleh warga kampus. Ia berharap pelaksanaan penyuluhan seperti ini bukan hanya dilakukan di satu tempat, namun dapat pulan dilakukan di tempat lain. gus

Dalam satu sesi pelayanan, pelajar yang jadi sasaran pelayanan PKMS di antaranya mendapat pemeriksaan tanda-tanda vital yang di dalamnya antara lain pemeriksaan hemoglobin darah

Menjabarkan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) 2019. Akademisi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), memberikan kegiatan pelayanan kesehatan bagi kalangan remaja. Kegiatannya dimulai sejak Agustus lalu, dengan sejumlah pelayanan yang dijalankan.
Dalam pelaksanaan PKMS itu, tim dosen dalam PKMS melibatkan mitra kerja kelembagaan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisiyah (PDNA) Kota Tasikmalaya, kemudian elemen mahasiswa keperawatan Umtas, UKM Kesehatan Remaja PIKMCare.
Menurut Ketua PKMS Umtas ini, Ida Rosidawati M.Kep, untuk kegiatannya ia bersama dosen lain, Neni Sholihat M.PSi. Tema PKMS yang diawali dengan pelatihan jajaran tim pelaksananya itu, “Pemberdayaan perempuan dalam pelayanan kesehatan remaja di Kota Tasikmalaya”.
Menjadi pertimbangan kegiatannya, remaja merupakan individu yang sedang berada dalam masa transisi kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini remaja mengalami perkembangan fisik, psikologis, dan sosial. Perkembangan yang cukup rawan pada remaja adalah sikap comformity yaitu, kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat, termasuk dalam gaya hidup negatif yang memengaruhi kepribadian remaja.
Kualitas kesehatan remaja akan menentukan kualitas generasi masa depan. Berdasarkan satu analisis situasi, permasalahan utama pada remaja adalah minimnya pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi, norma-norma sesuai syariat, dan cara mengatasi masalah psikologis yang dihadapinya.
Dengan melakukan //road show// pada lima sekolah jenjang SMA yakni, SMA Negeri 1, 2, 3, 6 dan SMA Negeri 8, pelayanan kesehatan remaja itu dilancarkan dengan agenda hingga 12 September kemarin. Pada setiap layanan di sekolah, aku Ida, diikuti pelajar berkisar 50 – 75 orang.
Kegiatan layanan kesehatan ini meliputi tujuh pos layanan meliputi, pos pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi nafas, suhu), pos pemeriksaan indeks massa tubuh/IMT, pemeriksaan hemoglobin (HB), pos konseling kesehatan reproduksi, pos konseling psikologi, pos layanan makanan bergizi, serta pos Edu.
“Khusus untuk kegiatan dalam pos Edu guna menambah semarak kegiatan layanan kesehatan pada remaja. Kegiatan yang dilakukan pada pos ini adalah obrolan santai remaja berkonten ragam konsultasi, termasuk terkait bahaya pergaulan bebas, narkoba dan HIV/AIDS,” imbuh Ida. gus


Berlangsung tiga hari hingga pengujung pekan kemarin. Univeristas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, membuka Kejuaran Nasional Pencak Silat Unper Cup II-2019. Diikuti ratusan peserta, kejuaraan menempati gedung serba guna “Siliwangi Futsal”, di Jl BKR Kota Tasikmalaya.
Menandai even itu, sebelumnya dibuka Rektor Unper Prof Yus Darusman, Jumat (30/8) pagi. Hadir dalam pembukaan, perwakilan Muspida Kota Tasikmalaya, pengurus KONI, IPSI, unsur pimpinan kampus hingga pengurus ormawa dan UKM Unper.
Dalam laporan panitia penyelenggara dan ketua umum kejuaraan disebutkan jumlah peserta asal berbagai daerah/kota itu, 556 orang dalam 79 kontingen, terdiri kelas pemasalan dan prestasi. Kalangan pesertanya jenjang pelajar SD, SMP, SMA/sederajat hingga mahasiswa.
Ajang kejuaraan ini merupakan lanjutan dari penyelenggaraan di tahun lalu dalam wilayah kejuaraan Jawa Barat. “Selamat datang di kejuaraan. Senang bisa bertemu. Mari junjung sportivitas. Semoga dapat menggali prestasi dan menjadi yang terbaik,” sambut ketua umum kejuaraan, Helmi.
Senada, pernyataan Prof Yus Darusman, mengajak yang hadir untuk senantiasa menjaga/melestarikan dan mengembangkan khasanah warisan budaya pendahulu. Dan, kejuaraan pencak silat ini menjadi bagian kepedulian kampusnya, memertahankan warisan budaya dari langkah dan peduli pada khasanah lainnya.
Selebihnya, rektor mengingatkan kalangan muda peserta dan tim official kontingen, untuk senantiasa punya upaya serta tekad, hingga akhirnya menjadi generasi penerus yang siap mental dan kuat fisik-psikis. “Dengan menjadi atlet silat atau pesilat, jadilah Anda jagoan yang jadi penjaga kelestarian budaya bangsa ini,” harapnya. gus

Penggagas aplikasi grobaksaya, gelar soft launching, Minggu (1/9/19) malam. Selepas satu seremoni sederhana, ke lokasi acara di “Saudagar café” datang Wali Kota H Budi Budiman (paling kiri), yang terus beramah-tamah dan memberi masukan.

Menangkap peluang terbuka. Memasilitasi dunia UMKM (usaha mikro
Kecil menengah) lebih berkembang agar makin dekat dengan pengguna jasanya. Sekalangan tokoh peduli Tasikmalaya, menghadirkan gerobaksaya. Satu aplikasi online yang bakal menyambungkan penjual dan pembelinya.
Soft launching start up ini, berlangsung Ahad (1/9/19) malam lalu, di “Saudagar café” Jl Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya. Hadir berbagai kalangan, dimulai pelaku usaha, akademisi, beberapa tokoh aktivis organisasi profesi dan kemasyarakatan. Yang tampak jadi surprise, Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, hadir di perjalanan acara soft launching.  
Sekilas yang menokohi grobaksaya, ekonom yang juga akademisi menjadi CEO-nya, Dr Yusuf Abdulah, aktivitis “Granat” Tasikmalaya yang memimpin tim marktingnya, Asep Heru, dibantu beberapa tenaga teknisi muda yang mengawal ragam operasional. Gagasan ini muncul, menangkap potensi usaha kecil atau home industry Tasikmalaya yang beragam. Selain produk olahan makanan khas, terdapat beberapa sentra fasyen, industri alas kaki, dll.
“Tak kalah jadi sasaran untuk kita fasilitasi nanti, dimulai aktivitas pedagang sayur yang biasa keliling di area dagangnya, didekatkan dengan pembelinya yang melakukan pemesanan secara online,” ujar Yusuf di acara soft launching. Penggagas aplikasi ini ingin memberdayakan pelaku ekonomi konvensional ke akses gadget yang sudah akrab digenggam.
Menghimpun pelaku perdagangan. Mengemas layanan berbasis digital yang membuka ruang komunikasi antara penyaji produk dan penggunanya, menyelesaikan konsep mudah distribusi, dimulai kesepahaman kondisi mutu produk dan harga.
Bagi mereka yang hendak mengakses grobaksaya bisa memulai dengan klik google-Play Store. “Namun, hingga soft launching ini kita masih selesaikan beberapa kebutuhan teknisnya. Kita adakan soft launching sebelum grand launching sekaligus untuk mengais masukan-masukan apa yang perlu dilengkapkan,” imbuh Yusuf.
Didampingi Asep Heru, imbuh Yusuf, aplikasi grobaksaya produk kreasi asli orang Tasik. “Kita ingin memberikan kontribusi khsusunya ke dunia UMKM. Saat ini kalangan UMKM ini di Tasikmalaya bahkan Priatim butuh aplikasi belum terfasilitasi, sehingga kita menggagas grobaksaya,” ungkapnya.
Yang menjadi pembeda aplikasi ini, bebernya, ada formula twu way comunication. Pengunjung bisa sebagai pembeli saja, bisa sebagai pembeli dan penjual, atau penjual saja. “Konsep itu yang akan kita jual ke masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa diterima, mudah-mudahan bisa dioptimalkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan bersama,” harapnya.
Yang jadi poin berikut, pola pengelola aplikasi yang akan menghadirkan satu big data beberapa kawasan, bisa dalam pemetaan satu wilayah kecamatan dengan menghadirkan data di satu titik wilayah itu, apa potensi produk, apa paling besar permintaannya, dll. Data ini seterusnya bisa dimanfaatkan dalam kepentingan pemerintah.red

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.