SMK Widya Mukti

Lebih 100 siswa sejak kelas X - XII yang kini tengah mengenyam pendidikan di SMK Widya Mukti, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Sebagian besar mereka merupakan anak yang nyaris putus sekolah dengan berbagai alasan, mulai persoalan ekonomi, hingga orangtua yang tidak mengizinkan sekolah.

Lembaga pendidikan di tepi ruas Jl.Gunung Satria, ini persis berada di daerah perbatasan Tasikmalaya dengan Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Bak sudah jadi nasib kebanyakan infrastruktur yang mesti dipasrahi warganya, di jalur perlintasan penghubung kedua daerah itu dengan kondisi jalan yang rusak berat.

Mengemuka tekad warga pendidik SMK itu, dalam komitmen menampung penduduk usia sekolah tak melanjutkan. Meyakinkan urgensi pendidikan, pemerataan, hingga berusaha meringankan di urusan pembiayaan sebagaimana itu tekad kehadiran sekolah sejak awal.

Para siswa yang belajar di sekolah itu pun kini dalam jumlah terbagi dua, asal wilayah Kab.Tasikmalaya dan Kab.Garut, atau dari kecamatan berbeda. Namun tetap ditampung, dilayani. Tanpa lagi melihat sisi administrasi kependudukan atau asal tempat tinggal mereka. Termasuk dalam kebijakan top sekolah ini, memberlakukan biaya bagi tiap anak sesuai kemampuan masing-masing. nang

Selengkapnya baca SKU Tasikplkus edisi cetak.

Festival layangan di kawasan Pantai Padabumi, Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong./Nang
 Promosi Pariwisata Lestarikan Daya Tarik Etnik dalam Suguhan Kreasi Berbasis Lokal kembali dihelat. Kegiatan promosi kepariwisataan teragenda pemkab Tasikmalaya, yang dikonsentrasikan di pesisir pantai selatan Tasikmalaya. Dalam pelaksanaan tahun 2017, untuk pertama kalinya, tempat penyelenggaraan even di kawasan Pantai Padabumi, Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, setelah selama ini biasa digelar di Pantai Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) pemkab Tasikmalaya, memotori ajang itu. Di antara acara dalam promosi kepariwisataan tersebut, menggelar festival layang-layang, balap kerbau, serta kontes domba. Lokasi penyelenggaraan, persis bersebelahan dengan Pantai Karangtawulan yang dikenal memiliki view keindahan pantai yang eksotis.

Ajang ini mengisi kegiatan rutin dalam promosi kepariwisataan daerah. Untuk festival layang-layang bak sudah jadi catatan tersendiri kalangan pesertanya. Agak sedikit beda kisahnya dengan penyelenggaraan kontes ternak yang dominan jadi debutnya penduduk sekitar. Adapun pelaksanaan even itu pada pekan pertama Agustus lalu. Untuk sokongan kontes ternak itu, kabarnya, pemilik ternak mulai dihadapkan sulit menahan populasinya, terus “joki” balap yang tak mudah.

Keterangan Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saeful Bahri, dengan kegiatan tersebut diharapkan bisa memertahankan bahkan membangkitkan terus olahraga ketangkasan balap kerbau sebagai suguhan khas daerah di pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian, menggemakan aset hingga keunikan kepariwisataan daerah, sampai pada gilirannya dapat mengontribusi PAD dari sektor ini, serta harap lainnya dapat mengembangkan perekonomian masyarakat.

Asep sempat menyebutkan, latar belakang lain penyelenggaraan ini, kegiatan pendukung program “Tasik Siap” yang diluncurkan Bupati Tasikmalaya, H U Ruzhanul Ulum, belakangan. Untuk festival layang-layang, diikuti sedikitnya 20 peserta. Mereka datang dari berbagai daerah/provinsi, mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. 

Ditambahkan Asep, agenda festival layang-layang ini sejak jauh-jauh hari diagendakan terlaksana, dalam semangat serta memikirkan bagaimana caranya mengoptimalkan aset pariwisata di sepanjang pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya, yang sejauh ini masih belum optimal. Termasuk juga membangkitkan lagi ciri khas aset yang dimiliki, dengan balap kerbau sampai kontes ternak itu.

“Harapannya dengan ajang ini, bisa menarik minat wisatawan datang, dari berbagai daerah termasuk mancanegara. Makanya agenda ini pun diharapkan akan rutin terus dilaksanakan setiap tahun,” ulasnya.

Minim perhatian

Di luar layang-layang, informasi untuk peserta balap kerbau, seluruhnya melibatkan joki hingga yang punya ternak asal warga setempat. Balap kerbau itu merupakan olahraga berunjuk ketangkasan, dan menjadi kekhasan yang ada warga sekitar sejak puluhan tahun. Namun nyaris punah kini seiring minimnya perhatian. Kepemilikan ternak yang sering dilepas peternak karena desakan kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Selain itu, regenerasi joki yang juga hampir tidak ada.

Cerita seorang pebalap kerbau, Wawan (45), di ajang itu, mengaku cukup sulit untuk mengendalikan kerbau pada saat menjadi joki. “Karena kebiasaan kerbau larinya tidak lurus, serta terkadang sulit untuk dihentikan. Tali kekang jadi kurang berpengaruh karena pada saat lari terkadang sulit dihentikan. Jadi, dalam balap kerbau ini selain harus sudah biasa, juga faktor keberuntungan sangat berpengaruh,” terang Wawan.

Oleh: Nanang K

Pembangunan dermaga bagi pangkalam pendaratan ikan (PPI) Nusa Manuk Desa Cimanuk, Cikalong belum terwujud, karena belum rampung dikerjakan.

Pembangunan dermaga Nusamanuk, yang mudah dipahami warga dalam peruntukan sebagai pangkalan pendaratan ikan (PPI) di Desa Cimanuk,  Kec.Cikalong, Tasik selatan, belum kunjung nyata total terwujud.

Dalam beberapa tahun ini pengerjaannya berlangsung, malah mulai menghadirkan kabar miring. Pun memasuki TA 2017 tak terlihat kelanjutan pengerjaannya.

Usulan pembangunan dermaga di tepian tenggara NKRI wil.Kab.Tasikmalaya ini, menguat dulu saat semarak penambangan pasir besi di pesisir selatan Tasikmalaya. Itu dalam harap bisa hadir satu wujud infrastruktur baru yang hebat. Membuka lalu lintas distribusi via titik ini. Termasuk terbukanya jalur distribusi pasir besi ke luar daerah melalui laut di Jabar selatan.

Dalam kondisi kini, obrolan warga sekitar tentang dermaga terdengar dalam gelagat tak sesuai harapan. Pada beberapa aspek pekerjaan fisiknya tak menunjukkan optimisme kejut. Sehingga kalangan nelayan sampai kini lebih memanfaatkan keberadaan bangunan lama yang dibangum tahun 2015. Beberapa fasilitas yang dibangun pada dermaga, kata warga, hanya bertahan singkat.

Padahal sedari awal, jadi mimpi besar kehadiran PPI Nusamanuk untuk bisa menjadi lokasi transaksi ikan tangkapan nelayan terbesar di wilayah selatan Tasikmalaya. Membuat besar mimpi mereka yang bisa memanfaatkannya. Jadi daerah sumber pertumbuhan baru yang memberi luas atmosfer ekonominya.

Keterangan beberapa nelayan berikut warga sekitar atas tak dimanfaatkanya dermaga/PPI Nusamanuk kini lantaran beberapa alasan. Salah satunya adalah tak maksimalnya pembangunan dalam penempatan pasangan bebatuan besar yang berfungsi sebagai pemecah ombak (break water). Lalu, tak lengkapnya sejumlah fasilitas penunjang. Dan, penyebab utama lainya adalah sepinya transaksi setelah sempat diuji coba. Hanya sedikit tengkulak yang membeli ikan hasil tangkapan nelayan.

Para tengkulak lebih memilih PPI di daerah lain. Sehingga secara perlahan keberadaan dermaga/PPI Nusamanuk yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah seperti mubah atau mubazir. Tak banyak aktivitas apapun di sini. Kondisi saat ini terlihat mulai dermaga hingga sejumlah fasilitas seperti tempat pelelangan ikan, sampai bangunan toko, sudah rusak, itu menyusul lama terbengkalai.

Potret lain yang semula jadi pemandangan baru layaknya dermaga, dengan keberadaan batu-batu besar menumpuk, luas. Difungsikan sebagai pemecah ombak (break water), terlihat juga sudah tak memadai. Kemudian, di sudut lain terlihat hamparannya, longsor. Hingga membuat ketinggian areal break water menurun. Pada kondisi tersebut ombak laut bisa naik ke atas landasan/tumpukan bebatuan yang memanjang itu.

Tak ayal dari keterangan yang dihimpun Tasikplus saat menyambangi lokasinya, dalam pernyataan sekalanan mereka menyebutkan, pembangunan dermaga dianggap gagal, mubazir. Lalu, mereka pun mengaitkan saat menentukan titik pembangunan dermaga dulu, tak memertimbangkan faktor kedalaman kawasan laut di sekitar itu. Yang terjadi kini, dengan penempatan serta pengerjaan break water tak maksimal, memunculkan pendangkalan.

Hal ini dalam persepsi terjadi akibat menumpuknya pasir di lokasi pendaratan dalam lingkar dermaga. Buntutnya lagi, membuat nelayan sangat sulit mendaratkan perahu di lokasi ini. Pendangkalan oleh pasir dan lumpur. Pendangkalan sangat korelatif dengan pengerjaan atau pemasangan batu pada break water. Setelah pendangkalan, kondisi lainnya nelayan tak menambatkan perahu di sekitar dermaga lantaran besarnya ombak yang terjadi di sekitar.

Bongkar di luar

Sejatinya lokasi itu mulai jadi pusat aktivitas perdagangan ikan. Namun, sementara ini seperti dari keterangan Unang, seorang nelayan di sekitar itu, selain faktor infrastruktur yang tak mendukung, beberapa hal membuat mereka memilih bongkar sampai jual ikan di luar Cimanuk. Tak dipungkiri Unang, memang ada segelintir yang bertahan di Cimanuk.

Pilihan bongkar dan jual ikan ke luar, lantaran tak banyaknya pembeli/pengepul ikan lokal maupun luar daerah dengan hasil tangkapan mereka sehingga membuat para nelayan kembali membongkar dan menjual ikan ke luar, ke daerah Cipatujah atau ke Pangandaran bahkan sampai ke wilayah Cilacap, Jawa tengah.

Unang menerangkan, kalaupun masih ada sejumlah nelayan yang tetap mendaratkan perahunya di area PPI Nusamanuk namun hasil tangkapan ikanya tetap mereka jual ke Pamayang, Cipatujah atau Pangandaran dengan menggunakan mobil atau sepeda motor.

Nelayan ini mensinyalemen, minimnya pembeli/atau pengepul ikan yang datang ke PPI Nusamanuk ada kaitan dengan minimnya sosialisasi atau informasi yang dilakukan pengelola, termasuk soal terbatasnya sejumlah fasilitas pendukung yang tersedia di PPI Nusamanuk.

Lebih jauh ditanya rasa benaknya sekaitan dengan kehadiran dermaga Nusamanuk, dengan kondisi kini ia bersama nelayan lain tak memanfaatkan PPI Nusamanuk, ternyata pengakuan ia, sebagai warga Cimanuk, dirinya masih berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan dan pembangunan sarana penunjang dermaga agar PPI Nusamanuk dapat digunakan sesuai tujuan awalnya.

"Kami tetap berharap kelak dapat menggunakan dermaga/PPI, melakukan transaksi hasil tangkapan melaut kami di sini karena itu banyak mengurangi biaya operasional kami," pungkasnya

Oleh: M. Syaeful

Jalan Cimerak

Separuh ruas jalan di Cimerak (perbatasan Kec. Tawang-Kec. Purbaratu) Kota Tasikmalaya, tak bisa difungsikan akibat digerus longsor.

Tak pelak, hal itu berdampak terhadap akses lalu lintas. Untuk melancarkan lalu lintas di lokasi, warga sekitar terpaksa menerapkan sistem one way. Ironisnya, bencana longsor tersebut terjadi pada Maret tahun lalu. Tak kunjung ada perbaiki. Bekas longsoran seolah menandakan kurangnya perhatian pemerintah.

Oleh: Piter

Jajaran kades asal Kec.Bantarkalong, Culamega, dan Kec.Bojongasih, mengikuti pembinaan kamtibmas  dari jajaran kepolisian, dan TNI, yang dilaksanakan di Mapolsek Bantarkalong, Sabtu (4/8).

Para kepala desa (kades) Kec.Bantarkalong, Culamega, dan Kec.Bojongasih, mengikuti pembinaan kamtibmas (binkamtibmas) dari jajaran kepolisian dan TNI, yang dilaksanakan di Mapolsek Bantarkalong, Sabtu (4/8). Keseluruhannya yang jadi peserta itu 19 kades.

Hadir dalam acara itu ketiga camat yakni, Camat Bantarkalong H Muhtar Hoeruman, Camat Bojongasih H Abun Ruskendar, dan Camat Culamega Kasminto Harjo, Danramil 1217/Bantarkalong, Kapten (inf) Sarijo, Kapolsek Bantarkalong, AKP Jonnaidi.

Selain terkait pemantapan tentang kamtibmas, bahasan lainnya seputar cegah radilakisme hingga penguatan NKRI dalam kehidupan masyarakat. Kemudian, kaitan dengan kinerja pengelolaan dan pemanfaatan bantuan program pemerintah yang diterima pemdes, agar para kades dan pelaksana program terhindar dari jerat hukum.

Mengemuka, penegasan tentang peranan kepala desa sangat penting menjadi benteng terciptanya kondusivitas kamtibmas, benteng dalam pencegahan paham radikalisme serta upaya-upaya memecah belah, yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Seperti diungkapkan AKP Jonnaidi, para kades punya peran penting jadi leader lembaga desa, bersama pemuka agama, tokoh masyarakat, dan unsur terkait di desa, untuk mendorong iklim aman, tertib, hingga menjaga tak masuknya aktivitas yang berpotensi jadi aksi radikalisme, pengganggu kerukunan dan keutuhan bangsa.

Kapolsek mengajak menguatkan komunikasi masyarakat dengan aparat Babinsa/Bhabinmas di masing-masing desa. Menyoal penerapan kegiatan berbasis anggaran pemerintah, disarankannya senantiasa mengedepakan komunikasi, profesionalisme, transparansi, serta melaksanakan seluruh alokasi kucuran dana sesuai aturan dan ketentuan. Begitu pun diingatkan soal pengelolaan keuangan yang bisa jadi sasaran penjahat, malah pihaknya siap memenuhi pengawalan saat diminta.

Kesiapan berkoordinasi dalam menciptakan kondisi aman tertib dan harmonis dalam upaya mengokohkan keutuhan NKRI juga disampaikan Danramil 1217/Bantarkalong, Kapten (inf) Sarijo. Aparat TNI menurutnya, siap membantu jajaran kepolisian dari Polsek Bantarkalong untuk tetap menjaga kondusivitas kamtibmas dan membantu saat dibutuhkan pemdes.

Oleh: M. Syaeful

Pemdes Bojongsari bangun sekretariat karang taruna kedusunan dengan memberdayakan pemuda.

Peran pemuda dalam pemberdayaan masyarakat desa dirasa perlu mendapatkan perhatian dan sentuhan secara langsung.

Sebegitu pentingnya peranan pemuda ituah yang membuat pemdes Bojongsari, Kec.Culamega berupaya membantu mereka, salah satunya adalah memberi peran penting dalam segala gerak pembangunan. Untuk memberikan rasa kepercayaan diri pemdes Bojongsari kini membangun sejumlah sarana, termasuk pembangunan kantor sekretariat karang taruna dari tingkat kedusunan.

        Pembangunan sekretariat yang direncanakan dibangun di tiap kedusunan itu merupakan bagian dari komitmen pemdes Bojongsari, agar warga dan para pemuda bisa meningkatkan kegiatan dan peran aktif mereka dalam memajukan desa. Di antaranya tengah membangun sekretariat karang taruna kedusunan Culamega II, dengan biaya Rp 10 juta berasal dari alokasi Sarpras TA 2017.

Seperti penjelasan Kades Bojongsari, Guruh Ivan Kurnawan SPd, pembangunan sekretariat karang taruna diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi pusat kegiatan kawula muda di tingkat desa maupun di kedusunan.

"Dengan fasilitas khusus bagi pemuda diharap muncul ide brilian dan positif para pemuda dalam membangun tanah kelahirannya," jelasnya.

Oleh: M. Syeful

Lulusan Unsil periode III TA 2016/2017, mengikuti prosesi pelantikan dengan sidang terbuka Senat Universitas Siliwangi, Sabtu (29/7), di gedung Mandala Unsil.

Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), pada Sabtu (29/7), kembali melepas lulusannya.

Pelantikan lulusan, berlangsung dalam acara wisuda diploma, sarjana, dan magister periode III tahun akademik (TA) 2016/2017 dengan sidang Senat Terbuka Universitas Siliwangi.

Dipadati keluarga/orangtua wisudawan beserta undangan, wisuda dikonsentrasikan di gedung Mandala Unsil. Seperti dilaporkan, dalam wisuda periode III tahun ini jumlah lulusannya 861 orang. Mereka lulusan sejak 1 Maret hingga 30 Juni 2017.

Para wisudawan asal seluruh prodi/fakultas yang ada. Rinciannya, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sejumlah 496 orang, Fakultas Ekonomi 219 orang, Fakultas Pertanian 14 orang, Fakultas Teknik 97 orang, Fakultas Agama Islam 5 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 18 orang, dan lulusan program Pascasarjana sebanyak 12 orang

Oleh: Agus Alamsyah

Tim tenaga ahli dan pendamping desa Kab.Tasikmalaya ketika membina pengurus Bumdes asal Desa Sarimanggu dan Cibatu Kec.Karangnunggal di aula Desa Sarimanggu, Karangnunggal, Rabu (2/8). Ful

Kepekaan dan tanggap terhadap potensi peluang usaha yang ada di desa, jadi salah satu syarat yang harus dimiliki pengelola badan usaha milik desa ( Bumdes).

Pemanfaatan peluang dan potensi untuk jadi ladang usaha yang dijalankan menjadi mutlak, agar Bumdes mampu mandiri, sekaligus menghasilkan keuntungan maksimal bagi badan usaha, pengurus, pemdes dan dapat berdampak positif bagi masyarakat di desanya. Penekanan itu disampaikan tim tenaga ahli dan pendamping desa Kab.Tasikmalaya kepada pengurus Bumdes asal Desa Sarimanggu dan Cibatu, Karangnunggal dalam pembinaan di aula Desa Sarimanggu, Karangnunggal, Rabu (2/8).

Ole: M. Syaeful

Unsur pimpinan kampus Unsil saat ini tengah berupaya meraih peningkatan akreditasi dari BAN PT. Hal itu setelah meyakini capaian kinerja serta perkembangan sarana prasarana yang ada dalam mendorong peningkatan mutu akademik bagi lulusannya.

Memacu kenaikan status akreditasi, kini tengah menjadi gereget pimpinan kampus Unsil, sejalan kinerja yang terbangun.

Begitu pun dengan sarana prasarana akademik yang dimiliki. Opsi bisa meraih (kenaikan) grade itu di antara langkahnya belum lama ini, dengan menggelar forum group discussion (FGD). Menghadirkan narasumber asal kampus kompeten.

FGD yang persisnya pada Ahad (29/7) malam, memilih tempat di satu lokasi di kawasan wisata Pangandaran. Mengundang pemateri antara lain, Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Surabaya, Prof teguh Soedarto. Sosok rektor ini dengan kampusnya yang pada Desembr 2016 sudah meraih peringkat kampus dengan Terakreditasi A, setelah penilaian oleh BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi)

Oleh: Agus Alamsyah

Tembok penahan tebing (TPT) di lokasi berenang tempat wisata pantai Sindangkerta, Kec.Cipatujah Tasik selatan membuat ketar-ketir para pengunjung, karena seperti dibiarkan rusak.

Kian bertambah parahnya tembok penahan tebing (TPT) di lokasi berenang tempat wisata pantai Sindangkerta, Kec.Cipatujah Tasik selatan membuat ketar-ketir para pengunjung.

Jebolnya TPT telah lama terjadi, namun tak ada perbaikan, bahkan kondisinya kian parah hingga menyisakan lubang menganga, yang dapat mengancam keselamatan pengunjung. Apalagi lokasi TPT yang jebol itu berada dititik biasa pengunjung berkumpul, untuk berenang di pantai yang berada sekitar 3 meter di bawah TPT yang jebol itu.

Sejumlah pengunjung mengaku heran, karena tak kunjung adanya perbaikan pada TPT sepanjang kuranf lebih 7 meter itu. Padahal sudah lama terjadi, seperti yang disampaikan seorang pengujung asal Kec.Salopa, Enok Nuryani, yang telah melihat jebolnya TPT ini delapan bulan silam saat ia datang dulu.

Kini saat ia datang lagi pada Minggu (29/7), kondisi TPT malah lebih parah dan sangat membahayakan pengunjung, karena adanya sisa TPT yang menggantung di atas lubang. Akibatnya tanahnya terbawa arus air dan sangat membahayakan pengunjung. "Kondisi ini sangat membahayakan karena di lokasi tersebut jadi tempat mayoritas pengunjung beraktifitas bermain air pantai," jelasnya.

Keluhan serupa juga diutarakan Ujang Kartiwa, asal Karangnunggal, yang menyayangkan tak segera diperbaikinya TPT yang jebol, padahal sudah lama terjadi, sehingga terkesan dibiarkan hingga kondisinya kian parah dan sangat berbahaya bagi pengunjung atau siapapun yangg berada di sekitarnya. "Di musim hujan seperti saat ini kian membahayakan, karena akibat terkena air hujan semakin membuat labil tanah dan kapan saja bisa meruntuhkan tanggul/TPT ini kapan saja," jelasnya.

Sementara saat tasikplus mencoba mencari tahu kepada penanggung jawab lokasi wisata Sindangkerta, tak ada seorangpun yang dapat memberi penjelasan, termasuk petugas wisata yang tengah bertugas, dengan alasan bukan kapasitasnya memberi penjelasan soal.

Oleh: M. Syaeful

Jajaran aparat teknis data, melakukan evaluasi BDT (basis data terpadu), dan pemutahiran data PMKS tahun 2017 di Kec. Cisayong.

Jajaran aparat teknis data, melakukan evaluasi BDT (basis data terpadu), dan pemutahiran data PMKS tahun 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Cisayong, Kab.Tasikmalaya, Rabu lalu. Hadir para kepala desa se-Cisayong beserta para kaur Kesejahteraan desanya, para relawan, juga petugas dari Dinas Sosial Kab.Tasikmalaya

Koordinator kegiatan yang juga Kasi Kesra Kecamatan Cisayong, Dra Didah Ratna Ningrum mengatakan, tujuan evaluasi untuk verifikasi data yang sudah ada di aplikasi berdasar data statistik PPLS tahun 2008, 2011, 2015. Melakukan verifikasi data penerima bantuan yang sudah keluar akan dihilangkan dengan keterangan sudah mampu. Kemudian, memperbaharui saat ini sehubungan masih banyak data miskin yang tidak masuk ke aplikasi.

Seterusnya, sambung Didah, nantinya akan dibuat format baru non-BDT, hingga dapat memastikan kelompok yang layak atau tidak layak dapat bantuan, bahkan kalangan mampu sampai didapat penerima bantuan tepat sasaran, tak ada lagi kecemburuan sosial di masyarakat.

Oleh: Chandra

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.